Venezuela Padam Listrik lagi, Termasuk Ibu Kota Caracas

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita memainkan ponselnya saat mati listrik di Caracas, Venezuela, 29 Maret 2019. Listrik padam terjadi karena adanya serangan terhadap pusat pengecasan dan transmisi di Guri. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

    Seorang wanita memainkan ponselnya saat mati listrik di Caracas, Venezuela, 29 Maret 2019. Listrik padam terjadi karena adanya serangan terhadap pusat pengecasan dan transmisi di Guri. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

    TEMPO.COCaracas – Lebih dari setengah negara bagian di Venezuela, yang berjumlah 23 negara bagian, mengalami padam listrik.

    Pemerintah mengatakan listrik padam ini terjadi akibat serangan elektromagnetik.

    “Pemadaman ini terjadi pertama kali di ibu kota Caracas sejak Maret 2019,” begitu dilansir Reuters dan CNBC pada Selasa, 27 Juli 2019.

    Pemerintah Venezuela sempat menuding padamnya listrik pada Maret lalu itu sebagai akibat gangguan dari kelompok oposisi yang didukung Amerika Serikat. Pemadaman ini membuat jutaan warga kehilangan akses terhadap air bersi dan sambungan telekomunikasi.

    Pemadaman listrik yang kerap terjadi ini juga memicu krisis ekonomi yang telah mengurangi setengah dari nilai ekonomi negara itu.

    Menteri Informasi Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan listrik padam kali ini disebabkan oleh serangan elektromagnetik meski tidak memberikan buktinya. Menurut dia, otoritas listrik sedang memproses agar layanan listrik kembali pulih.

    Menurut sumber Reuters, listrik sempat menyala selama sekitar sepuluh menit di negara bagian Bolivar, yang terletak di sebelah selatan.

    Ini merupakan kawasan tempat berdirinya dam untuk pembangkit listrik tenaga air Guri, yang menyuplai mayoritas listrik di negara itu.

    Namun, listrik kembali padam di kawasan ini seperti juga di area Caracas.

    “Mengerikan bagi saya mengetahui negara mengalami pemadaman listrik nasional lagi,” kata Maria Luisa Rivero, 45 tahun dan bekerja sebagai pebisnis dari Kota Valencia, yang terletak di negara bagian Carabobo.

    “Pertama yang saya lakukan adalah segera membekukan makanan agar tidak busuk seperti terjadi pada terakhir kalinya pada Maret. Biaya beli makanan mahal sayang kalau terbuang,” kata dia.

    Venezuela sedang mengalami krisis ekonomi dan hiperinflasi. Ini membuat harga-harga barang dan makanan, minuman menjadi mahal. Sekitar 4 juta warga meninggalkan Venezuela karena krisis ekonomi ini.

    Menurut oposisi dan ahli, kondisi pembangkit listrik Venezuela sulit diperbaiki karena kurang perawatan dan investasi selama ini.

    Listrik padam ini sangat berbahaya. Saya tinggal di timur dari kota Caracas dan lampu padam setiap hari. Setiap hari kondisi memburuk,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.