Indonesia Dilirik Swiss dan Norwegia Kerja Sama Perdagangan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) menyatakan ketertarikannya untuk memperluas kerjasama dalam bidang perdagangan dengan Indonesia dalam Indonesia-EFTA Business Forum. Sumber: RISANDA ADHI PRATAMA/TEMPO

    Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) menyatakan ketertarikannya untuk memperluas kerjasama dalam bidang perdagangan dengan Indonesia dalam Indonesia-EFTA Business Forum. Sumber: RISANDA ADHI PRATAMA/TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Perwakilan diplomatik dari Swiss dan Norwegia, dua negara anggota Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) mengutarakan ketertarikannya memperluas kerja sama perdagangan dengan Indonesia. Keinginan itu disampaikan dalam forum bisnis EFTA di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin, 15 Juli 2019.

    Indonesia saat ini telah menandatangani kesepakatan kemitraan perdagangan komprehensif (CEPA) dengan EFTA pada 2018. Di bawah kesepakatan itu, maka ada perluasan perdagangan dan investasi antara Indonesia dengan negara-negara anggota EFTA. EFTA beranggotakan Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss.

    Baca juga:Indonesia dan Norwegia Perkuat Kolaborasi Isu Pengelolaan Laut

    Melalui CEPA, Indonesia akan berusaha untuk menarik lebih banyak investor, menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk investasi serta menciptakan perlindungan bagi investor. Sedangkan bagi Swiss, CEPA adalah kesempatan untuk meningkatkan investasi Swiss di Indonesia.

    Di bawah kesepakatan CEPA 2018, Swiss juga akan melakukan sejumlah program untuk membantu para pengusaha Indonesia. Salah satunya lewat program SIPPO yang membantu para eksportir Indonesia untuk mencapai kualitas ekspor.

    Menurut Kepala bidang Ekonomi Bilateral Kementerian Ekonomi Swiss, Erwin Bollinger, Indonesia termasuk negara yang penting bagi Swiss. Sebab Indonesia diprediksi menjadi negara dengan ekonomi terpenting keempat atau kelima di dunia pada 2050.

    Baca juga:4 Fakta Seputar MLA Indonesia - Swiss: Melacak - Menyita Aset

    Di Indonesia, Swiss telah mengucurkan investasi senilai 7 miliar franc atau sekitar Rp 99,2 triliun. Bollinger mengklaim telah menciptakan sekitar 1000 lapangan pekerjaan. Dia mengatakan CEPA telah membuat pemerintah Swiss sekarang lebih leluasa dalam menanamkan investasinya di Indonesia.

    Selain Swiss, keinginan untuk memperluas kerjasama perdagangan dengan Indonesia juga diutarakan oleh Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Vegard Kaale. Saat ini Norwegia mengimpor sejumlah produk Indonesia seperti alas kaki, perlengkapan telekomunikasi, pakaian dan aksesoris, kayu, serta furnitur.

    Impor yang sudah dilakukan tersebut, rencananya ingin diperluas pada barang-barang potensial lainnya dari Indonesia. Contohnya buah dan sayuran, produk kimia, kopi, teknologi serta keramik.

    Kaale juga menambahkan pariwisata dapat menjadi bidang potensial lain yang dapat dikembangkan karena masyarakat Norwegia sering berwisata. Bali pun sudah populer di kalangan masyarakat Norwegia.

    Kaale ingin menggandeng Indonesia bekerjasama bidang perdagangan dengan Norwegia karena meskipun mereka bukan negara anggota Uni Eropa, namun banyak keuntungan yang bisa diperoleh dalam kerjasama ini bagi kedua negara. Diantara keuntungan itu, Norwegia adalah pintu gerbang ke Eropa karena memiliki kesepakatan dengan Uni Eropa yang memberikan negara itu akses barang-barang, jasa, pergerakan bebas manusia.

    RISANDA ADHI PRATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.