Indonesia Minta Dunia Perjuangkan Nasib Pekerja Palestina

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar RI untuk PBB Hasan Kleib, berbicara selama pertemuan International Solidarity Meeting with the People and Workers of Palestine, di Jenewa, Swiss, pada Kamis, 13 Juni 2019.[Dok. Kemenlu RI]

    Duta Besar RI untuk PBB Hasan Kleib, berbicara selama pertemuan International Solidarity Meeting with the People and Workers of Palestine, di Jenewa, Swiss, pada Kamis, 13 Juni 2019.[Dok. Kemenlu RI]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Palestina telah meminta secara khusus kepada Wakil Tetap Indonesia untuk PBB, WTO dan organisasi internasional lainnya, untuk membantu para pekerja Palestina.

    Duta Besar Hasan Kleib, yang merupakan perwakilan tetap RI di PBB, menyampaikan pesan solidaritas atas nama wakil Pemerintah negara-negara anggota PBB bagi para pekerja dan rakyat Palestina dalam acara International Solidarity Meeting with the People and Workers of Palestine, di Jenewa, Swiss, pada Kamis kemarin.

    Baca juga: Qatar Beri Bantuan ke Palestina Rp 6,8 Triliun

    Pertemuan dihadiri oleh Perdana Menteri Palestina, Muhammad Shtayyeh, Dirjen International Labour Organization (ILO), Guy Ryder, Menteri Ketenagakerjaan Palestina, Dirjen Arab Labour Organization, dan wakil pekerja dan pengusaha Palestina, serta para Duta Besar dan delegasi negara-negara anggota PBB.

    Dalam pernyataannya dalam siara pers kepada Tempo, 14 Juni 2019, Duta Besar Hasan Kleib menekankan bahwa Indonesia sangat prihatin ketika di ulang tahunnya yang ke 100 ini, ILO sedang membahas masa depan kerja layak, namun para pekerja Palestina justru terus menghadapi kesulitan dalam peroleh pekerjaan.

    Baca juga: Pejabat Arab Sebut Proposal Trump Mau Hapus Kemerdekaan Palestina

    "Aksi blokade yang dilakukan Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat tidak hanya membuat rakyat Palestina mengalami kesulitan mendapatkan bantuan kemanusiaan, tetapi juga menghambat kegiatan ekonomi dan sosial. Akibat tindakan Israel tersebut, Palestina mengalami penurunan tingkat partisipasi kerja hingga mencapai 43,5 persen dan termasuk 10 terendah dari 189 negara di dunia”, tegas Dubes Kleib.

    Dubes Kleib mengatakan Indonesia sangat mengecam aksi blokade Israel, yang membuat krisis ekonomi dan ketenagakerjaan Palestina sangat parah.

    Duta Besar RI untuk PBB Hasan Kleib, berbicara selama pertemuan International Solidarity Meeting with the People and Workers of Palestine, di Jenewa, Swiss, pada Kamis, 13 Juni 2019.[Dok. Kemenlu RI]

    Indonesia juga sangat prihatin atas laporan bahwa para pekerja Palestina di Israel mengalami eksplotasi, pelecehan dan berbagai bentuk pelanggaran hak-hak ketenagakerjaan, seperti kondisi tempat kerja yang sangat buruk, kecelakaan kerja, dan pembayaran upah di bawah minimum. Untuk itu, Indonesia mendesak agar Israel menghormati dan mengimplementasikan prinsip-prinsip fundamental dan hak-hak ketenagakerjaan pekerja Palestina.

    Indonesia mendorong ILO untuk terus mendukung Palestina mencapai kerja layak bagi semua, dan semua pihak terkait, termasuk para pekerja dan pengusaha, perlu untuk memperkuat koordinasi dan dialog guna memastikan perlindungan dan kesejahteraan para pekerja Palestina.

    Baca juga: Duta Besar Zuhair Alshun Cerita Ramadan di Palestina

    Pertemuan solidaritas internasional bagi pekerja Palestina tersebut diselenggarakan setiap tahun dengan mengundang wakil kelompok pemerintah, pekerja dan pengusaha.

    Dalam kesempatan ini, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang mewakili kelompok pemerintah atas permintaan khusus Palestina atas nasib para pekerjanya, karena Palestina melihat besarnya peranan dan dukungan penuh pemerintah Indonesia selama ini terhadap perjuangan rakyat Palestina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.