Mencukur Kuda dengan Motif Bernilai Seni

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Melody Hames, 32 tahun, berprofesi sebagai pencukur kuda dan membuat motif bernilai seni. Mercury Press and Media

    Melody Hames, 32 tahun, berprofesi sebagai pencukur kuda dan membuat motif bernilai seni. Mercury Press and Media

    TEMPO.CO, Manchester - Seorang perempuan yang dikenal sebagai tukang cukur untuk kuda menciptakan sejumlah karya cukur yang dianggap bernilai seni.

    Baca juga: Sovereign, Kuda Tertinggi di Inggris

     

    Melody Hames, 32 tahun, memulai bisnis cukur kuda atau horse barber lima tahun lalu. Sekarang, dia mencukur bulu di berbagai belahan dunia, dari Amerika Serikat hingga Irlandia.

    “Nona Hames telah menyempurnakan keterampilannya dan membuat klip video dari berbagai acara,” begitu dilansir Daily Mail beberapa waktu lalu.

    Beberapa desain cukur yang dibuat Hames membutuhkan waktu sepuluh jam pembuatan. Ada yang menggunakan tema Perang Dunia I hingga film populer Hollywood yaitu Game of Thrones.

    Baca juga: Polisi California Giring Babi Seukuran Kuda Mini dengan Kue

     

    Hames, yang berasal dari Bury, Manchester, Inggris mengatakan,”Saya mulai mencukur kuda saat berusia 9 tahun dan sekarang ini menjadi pekerjaan penuh saya,” kata dia.

    Hames mengatakan telah berkeliling dunia memenuhi undangan mencukur bulu kuda dan membuat pola-pola unik. Dia juga diminta mengajarkan tekniknya. “Saya bisa mencukur lima kuda sehari,” kata dia.

    Baca juga: Memiliki Tinggi 2,2 meter, Big Jake Jadi Kuda Tertinggi di Dunia

     

    Untuk motif cukur yang bernilai seni, Hames mengaku membutuhkan lebih banyak waktu. Jika kuda mulai terlihat resah dan bosan, dia mengaku menghentikan kegiatan mencukur dan melanjutkannya keesokan harinya. “Reaksi orang-orang luar biasa saat melihat hasil akhirnya,” kata Hames.

    DAILYMAIL | EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.