UNHCR: 1,5 juta Pengungsi Akan Tinggalkan Afganistan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Tinggi Urusan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) mengatakan, aliran pengungsi akibat aksi militer Amerika Serikat terhadap Afghanistan akan semakin deras. "Dalam skenario yang terburuk, sebanyak 1,5 juta penduduk Afghanistan akan mengungsi, sebagian besar ke Pakistan,"ujar Direktur UNHCR, Ruud Lubbers dalam konperensi pers yang dihadiri Tempo News Room di Markas Besar PBB, New York, Jumat siang (19/10) waktu setempat atau Sabtu waktu Jakarta.

    Lubbers yang juga mantan Perdana Menteri Belanda itu menyatakan kesiapan lembaga yang dipimpinnya untuk menghadapi banjir pengungsi yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat ini. UNHCR, kata Lubbers, saat ini telah dipersiapkan untuk menangani antara 100-200 ribu pengungsi.

    "Kita bisa membawa 5000 orang setiap harinya ke tempat-tempat penampungan pengungsi. Tapi, titik kritisnya adalah bukan kesiapan kita, melainkan kerjasama kita dengan pemerintah Pakistan dan Iran di perbatasan," ujar Lubbers yang baru saja bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan.

    Pakistan dan Iran telah menutup perbatasannya untuk mencegah membanjirnya pengungsi Afghanistan menyusul serangan bom Amerika Serikat selama 13 hari terakhir ini. Alhasil, kata Lubbers, sebagian besar rakyat Afghanistan lari ke desa-desa atau pegunungan untuk menghindari peperangan. UNHCR mengalami kesulitan untuk menjangkau mereka karena tidak mendapatkan persetujuan rezim Taliban. "Karena itulah, kita mengajukan permintaan yang kuat kepada kedua negara tersebut untuk membuka perbatasannya," ujarnya.

    Sementara itu, dari markas Besar UNHCR di Jenewa, Swiss, dilaporkan bahwa sebanyak 3500 pengungsi Afghanistan memasuki Pakistan hari Jumat ini. Gelombang pengungsi ini diperkirakan merupakan eksodus pengungsi terbesar yang terjadi sejak serangan bom Amerika ke Afganistan. Mereka memasuki Pakistan melalui pintu perbatasan di daerah Chaman dalam keadaan yang memprihatinkan. Mereka datang tanpa makanan dan harta benda. "Para pengungsi yang baru datang itu melaporakan mereka lari karena bombardir Amerika terhadap Kandahar semalam dan pagi ini," kata juru bicara UNHCR, Ron Redmond.

    Remond memperkirakan bahwa eksodus pengungsi Afghansitan akan terus berlanjut.Sementara, katanya, UHNCR belum menerima dana tunai tambahan sejak tanggal 8 Oktober. Karena itulah ia meminta para donatur untuk segera memberikan sumbangan terhadap upaya pertolongan terhadap pengungsi. UNHCR hanya menerima sumbangan 12 juta dollar hingga Sabtu ini. Padahal, para donatur menjanjikan US$ 12 juta sumbangan tambahan.

    Dalam konperensi pers, Lubbers juga menyinggung soal penggalangan dana untuk menangani pengungsi Afganistan. UNHCR, ujarnya, telah mencari sumbangan dari individu dan lembaga. Duta Besar UNHCR, aktris Amerika Angelina Jolie, secara pibadi telah menyumbang US$ 1 juta. "Ini pertanda yang sangat baik," ujarnya (Supriyono/UNHCR News)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.