Anders, Miliarder Denmark yang Kehilangan 3 Anak di Sri Lanka

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anders Holch Povlsen.[mirror.co.uk]

    Anders Holch Povlsen.[mirror.co.uk]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha fashion Anders Holch Povlsen, yang kehilangan tiga anaknya dalam teror bom di Sri Lanka pada hari Minggu, ternyata merupakan orang terkaya di Denmark.

    Saat serangan teror, keluarga Anders Holch mengunjungi Sri Lanka selama liburan Paskah.

    "Sayangnya, kami mengonfirmasi bahwa berita itu benar," kata Jesper Stubkier, juru bicara perusahaan mode Bestseller milik Povlsen kepada kantor berita Denmark Ritzau, dikutip dari Russia Today, 23 April 2019.

    Menurut media Denmark, Holch Povlsen dan istrinya, Anne, memiliki empat orang anak.

    Baca: 3 Anak Miliarder Denmark Tewas Dalam Teror Bom di Sri Lanka

    Anders Holch Povlsen, 46 tahun, adalah pengusaha Denmark pemilik perusahaan fashion Bestseller, yang merupakan pemegang saham terbesar di ritel mode Inggris Asos (ASOMY) dengan kepemilikan saham lebih dari 26 persen. Dia juga memiliki 10 persen saham di ritel online Jerman Zalando. Holch juga menjadi anggota dewan pengawas Zalando (ZLNDY) sejak 2013.

    Kekayaan Holch Povlsen bernilai US$ 5,7 miliar (Rp 80,2 triliun), menurut Bloomberg Billionaires Index. Ini membuatnya menjadi orang terkaya ke-304 di dunia.

    Menurut CNN, Bestseller memiliki 2.700 toko di 70 negara dan melaporkan penjualan sebesar 3,3 miliar euro (Rp 52,2 triliun) pada tahun 2018.

    Perusahaan ini memiliki 17.000 karyawan dan mereknya termasuk Vero Moda dan Jack & Jones.

    Anders Holch Povlsen dan istrinya Anne Holch Povlsen.[Evening Standard]

    Holch Povlsen juga memiliki 50 persen saham di Bestseller Fashion Group China, sebuah perusahaan independen yang memiliki lebih dari 7.000 toko di negara ini.

    Dia dan Anne adalah di antara pemilik tanah pribadi terbesar di Skotlandia. Dilaporkan dia memiliki tanah seluas 1 persen dari seluruh tanah Skotlandia.

    Pada tahun 2007, pasangan ini mendirikan Wildland, sebuah perusahaan konservasi dan pembangunan berkelanjutan di mana mereka telah berinvestasi di sejumlah properti.

    Pasangan itu mengatakan di situs web mereka bahwa mereka ingin mengembalikan Dataran Tinggi Skotlandia ke bentuknya alaminya.

    Baca: 87 Bom Ditemukan, Sri Lanka Sebut Jaringan Asing Terlibat

    Pasangan itu telah memulihkan sejumlah properti, dan mereka berencana untuk merehabilitasi yang lain sambil melindungi bangunan-bangunan penting arkeologis yang ditemukan di tanah mereka.

    Menurut situs Wildland, pasangan Denmark itu juga telah memperoleh wilayah pegunungan yang luas di Rumania untuk melindungi dataran itu dari eksploitasi seperti penebangan, ekstraksi sumber daya, dan urbanisasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?