Merokok Dekat SPBU, Pengendara ini Disemprot Racun Api

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi larangan merokok. ChinaFotoPress/Getty Images

    Ilustrasi larangan merokok. ChinaFotoPress/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Video viral yang beredar di Cina menunjukkan seorang pria disemprot racun api tepat di bagian wajah karena merokok di dekat SPBU. Video pertama kali dirilis kantor berita televisi Cina CCTV.

    Dikutip dari Sputnik, 17 April 2019, rekaman diambil pada 24 Maret di pom bensin Hangzhou, ibu kota provinsi Zheijiang.

    Baca: Di Hawaii, Tahun 2020 yang Boleh Beli Rokok yang Berumur 30

    Menurut Youth.cn, seorang warga Hangzhou Lao Li baru saja selesai mengisi bahan bakar mobilnya di pompa bensin. Ketika Lao pergi, dia berhenti di dekat SPBU dan menyalakan sebatang rokok.

    Pegawai SPBU bernama Qian Jiaqi mendekatinya dan meminta Lao untuk berhenti merokok beberapa kali, karena merokok di pom bensin berbahaya karena percikan dari rokok berisiko menyulut ke arah bensin yang mudah terbakar.

    Namun Lao menolak untuk mematikan rokoknya. Tidak habis akal, Qian kemudian mengambil racun api dan menyemprot wajah Lao.

    Baca: Fantastis, Seluruh Warga Desa di Turki Berhenti Merokok

    Lao yang marah keluar dari kendaraan dan mendorong Qian, namun Qian lagi-lagi menyemprotnya dengan racun api. Beberapa orang terlihat melerai kedua pria.

    "Merokok dilarang di pom bensin. Itu masuk akal. Aku mencoba menghentikannya begitu aku melihatnya menyalakan rokok," kata Qian pada Qianjiang Evening News.

    Baca: Mulai 1 Januari Dilarang Merokok di Semua Tempat Makan Malaysia

    "Tapi dia memiliki sikap yang buruk. Dia menolak untuk mematikannya," kata Qian.

    Menurut Youth.cn, Lao dan Qian dibawa ke kantor polisi setempat, dan Lao dilaporkan ditahan selama tiga hari karena merokok di SPBU.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.