Saran Trump Padamkan Notre Dame Pakai Pesawat Dicibir, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Usulan Presiden Donald Trump agar menggunakan pesawat atau pemadaman udara untuk kebakaran Katedral Notre Dame disindir oleh warganet dan pejabat.

    Dikutip dari Sputnik, 16 April, pada Senin Trump menulis di Twitter ucapan simpati dan mengusulkan agar pemadam menggunakan pesawat pemadam agar cepat.

    Baca: Gereja Katedral Notre Dame Ikon Bersejarah Paris Terbakar

    Badan Keamanan Sipil Prancis dengan cepat menanggapi saran Trump, mengatakan bahwa menjatuhkan air dari udara ke gedung dapat menghancurkan seluruh struktur.

    "Berat air dan intensitas penurunan di ketinggian rendah memang bisa melemahkan struktur Notre Dame dan mengakibatkan kerusakan agunan pada bangunan-bangunan di sekitarnya," tulis Twitter lembaga itu dalam bahasa Prancis dan kemudian dalam bahasa Inggris.

    Presiden AS juga menerima reaksi dari pengguna Twitter. Pengguna mencatat bahwa Trump tidak memiliki pengalaman sebagai petugas pemadam kebakaran untuk memberikan saran tentang masalah ini.

    Baca: 3 Fakta Penting tentang Katedral Notre Dame

    Dikutip dari CNN, menurut Glenn Corbett, asisten profesor ilmu api di John Jay College of Criminal Justice di New York, tidak ada pilot pesawat yang bisa menjatuhkan air tepat di satu tempat ketika bergerak beberapa ratus kilometer per jam di atasnya.

    Corbett juga mengatakan tidak bisa mengandalkan helikopter untuk memadamkan api di Katedral Notre Dame karena udara panas dan sangat tipis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.