Balas AS, Putin: Rusia Keluar dari Perjanjian Rudal Nuklir INF

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin melihat sasaran saat mencoba sniper Chukavin SVCh-308 saat menghadiri pameran Kalashnikov Concern di taman militer Patriot, Rusia, 19 September 2018. Sputnik/Alexei Nikolsky/Kremlin via REUTERS

    Presiden Rusia Vladimir Putin melihat sasaran saat mencoba sniper Chukavin SVCh-308 saat menghadiri pameran Kalashnikov Concern di taman militer Patriot, Rusia, 19 September 2018. Sputnik/Alexei Nikolsky/Kremlin via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Membalas AS, Presiden Vladimir Putin menyatakan Rusia menarik diri dari  perjanjian rudal nuklir INF yang ditandatangani di masa Perang Dingin tahun 1987.

    Putin menyampaikan keputusan Rusia keluar dari kesepakatan yang melarang dan mencegah pembuatan dan penggunaan segala bentuk senjata nuklir jarak dekat dan menengah dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu pada hari Sabtu, 2 Februari 2019, seperti dilansir dari Reuters.

    Baca: 3 Alasan Trump Ingin Keluar dari Perjanjian Nuklir dengan Rusia

    "Mitra Amerika telah mendeklarasikan bahwa mereka membatalkan keikutsertaan mereka di kesepakatan ini, kami pun membatalkannya," kata Putin saat pertemuan berlangsung.

    Putin juga memerintahkan jajarannya untuk tidak menggagas pembicaraan mengenai perlucutan senjata dengan Washington. Alasannya, AS lamban memberikan tanggapan.

    Putin menuding AS tidak mendukung inisiatif Rusia untuk mematuhi kesepakatan INF.

    Baca: Rusia Siap Berperang Jika Amerika Serikat Menyerang

    "Kami berulang kali selama beberapa tahun, dan secara teratur mengajukan pertanyaan mengenai inti pembicaraan mengenai perlucutan senjata, dalam seluruh aspek. Kami cermati, dalam beberapa tahun terakhir mitra tidak mendukung inisiatif kami," ujar Putin.

    Lavrov juga menuding AS melanggar kesepakatan INF dan perjanjian persenjataan lainnya seperti perjanjian internasional yang melarang dan mencegah pembuatan dan penggunaan senjata nuklir.

    Penarikan diri Rusia dari kesepakatan yang diteken pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev dan presiden AS Ronald Reagan menandai hubungan AS dan Rusia mendekati titik nadir.

    Baca: Putin: Rusia Akan Buat Rudal Lebih Canggih Jika AS Keluar INF

    Presiden Donald Trump menyatakan AS akan keluar dari kesepakatan INF dalam kurun waktu 6 bulan. Pernyataan Trump itu disampaikan pada Jumat pekan lalu. AS beralasan Rusia selama bertahun-tahun melanggar perjanjian INF.

    AS akan kembali masuk dalam kesepakatan INF hanya jika Rusia menghentikan pelanggarannya.

    Setelah penarikan diri dari kesepakatan INF, Putin menjelaskan, Rusia akan mulai membuat rudal baru termasuk rudal hipersonik.

    Namun, Putin mengatakan, Rusia tidak akan menaikkan anggaran militernya untuk persenjataan baru ini dan tidak akan mengerahkan senjatanya ke Eropa dan wilayah lainnya kecuali AS melakukannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.