Rusia Siap Berperang Jika Amerika Serikat Menyerang

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin melihat sasaran saat mencoba sniper Chukavin SVCh-308 saat menghadiri pameran Kalashnikov Concern di taman militer Patriot, Rusia, 19 September 2018. Sputnik/Alexei Nikolsky/Kremlin via REUTERS

    Presiden Rusia Vladimir Putin melihat sasaran saat mencoba sniper Chukavin SVCh-308 saat menghadiri pameran Kalashnikov Concern di taman militer Patriot, Rusia, 19 September 2018. Sputnik/Alexei Nikolsky/Kremlin via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang diplomat Rusia membantah tuduhan AS Rusia yang ingin berperang, namun mengiyakan Rusia siap berperang jika Amerika Serikat menyerang.

    Dilansir dari Russia Today, 27 Oktober 2018, berbicara di PBB pada Jumat 26 Oktober, Andrey Belousov, wakil direktur Departemen Nonproliferasi dan Kontrol Senjata Kementerian Luar Negeri Rusia, mengatakan bahwa Rusia memang siap untuk berperang, sehingga dapat mempertahankan rakyatnya melawan agresi Amerika.

    Baca: AS Mau Mundur dari Perjanjian Senjata Nuklir, Rusia Siap Membalas

    Latihan militer Rusia dan latihan besar-besarannya, yang sering disebut media Barat sebagai persiapan untuk perang total, adalah keperluan defensif, katanya.

    "Kami sedang mempersiapkan untuk mempertahankan tanah air kami, integritas teritorial kami, prinsip-prinsip kami, nilai-nilai kami, orang-orang kami," kata Belousov. Rusia tidak mencari konfrontasi, katanya, tidak seperti AS.

    Andrey Belousov [TASS]

    "Mengapa pula Amerika Serikat menarik keluar dari Perjanjian Senjata Nuklir (INF), meningkatkan potensi nuklir mereka, mengadopsi doktrin nuklir baru yang menurunkan ambang batas untuk penggunaan senjata nuklir, itulah pertanyaan bagi kita semua," kata Belousov.

    Pernyataan Belousov muncul setelah rancangan resolusi Rusia untuk memperkuat Perjanjian INF, yang melarang senjata nuklir jarak menengah, ditolak di Komite Pertama PBB.

    Baca: Gorbachev Kecam Penarikan diri AS dari Pakta Senjata Nuklir

    "Sebagian besar dari mereka yang menentang adalah pendukung Perjanjian INF. Saya tidak mengerti posisi mereka," kata Belousov. Di antara mereka yang menolak rancangan itu adalah Inggris, Jerman, Prancis, dan, tentu saja, AS.

    ICBM RS-24 Yars telah dirancang khusus untuk menghindari sistem pertahanan anti rudal balistik negara Barat. Rudal ini dilengkapi dengan decoy (pengecoh rudal pertahanan udara) dan penanggulangan yang lebih maju dibandingkan rudal balistik Topol-M. Vladimir Smirnov/TASS

    Keputusan Trump untuk membatalkan perjanjian era Perang Dingin memperingatkan Eropa dan Rusia, yang mengancam dunia menjadi tempat yang lebih berbahaya. Rusia telah berjanji akan membalas langkah AS untku keseimbangan militer.

    AS menuduh Rusia membangun rudal yang dilarang dalam pokok perjanjian INF, sementara Rusia berpendapat bahwa kompleks pertahanan rudal Amerika di Eropa dapat dengan mudah berubah menjadi senjata ofensif.

    Baca: 3 Alasan Trump Ingin Keluar dari Perjanjian Nuklir dengan Rusia

    Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan jika Amerika Serikat mulai menyebarkan rudal nuklir jarak menengah di Eropa, maka akan menempatkan seluruh Eropa pada risiko serangan balasan yang berujung perang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.