4 Pernyataan Mahathir Menyoal Israel

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM Malaysia Mahathir Mohamad berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa di New York pada Jumat, 28 September 2018 waktu setempat. UN News

    PM Malaysia Mahathir Mohamad berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa di New York pada Jumat, 28 September 2018 waktu setempat. UN News

    TEMPO.COKuala Lumpur – Perdana Menteri Malaysia mengeluarkan pernyataan bakal melarang kedatangan dua atlet renang asal Israel, yang bakal mengikuti kegiatan International Paralympic Committee.

    Baca:

     

    Agenda ajang olah raga internasional ini bakal digelar di Kota Kuching, Sarawak timur, Malaysia, pada 29 Juli – 4 Agustus 2019.

    “Kami mempertahankan larangan itu. Jika mereka datang maka itu menjadi sebuah pelanggaran,” kata Mahathir seperti dilansir kantor berita Bernama dan dikutip Malay Mail pada Senin, 14 Januari 2019.

    Malaysia selama ini mendukung solusi dua negara yaitu Israel dan Palestina untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung sejak 1940an itu.

    Baca:

     

    Ini bukan pertama kali pemimpin berusia 93 tahun mengeluarkan pernyataan keras ke Israel. Berikut ini beberapa pernyataan keras lainnya dari Mahathir terhadap Israel:

    1. Kota Yerusalem

    “Yerusalem harus tetap berstatus seperti saat ini dan bukan ibu kota Israel,” kata Mahathir kepada Reuters pada 16 Desember 2018. Dia mengkritik negara-negara yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, termasuk AS dan Australi.

    “Selama ini Yerusalem berada di bawah Palestina, jadi mengapa mereka mengambil inisiatif memisah Yerusalem yang bukan milik mereka. Tapi juga memisahkan Arab dan Yahudi? Mereka tidak punya hak. 

    Baca:

     
    1. Hukum internasional

    “Dunia tidak peduli ketika Israel melanggar hukum internasional, menyita kapal berisi obat-obatan, makanan dan bahan material di laut internasional. Palestina menembakkan roket yang tidak efektif dan tidak melukai siapapun. Pembalasan besar dilakukan Israel, tembakan roket dan mengebom rumah sakit, sekolah dan gedung-gedung lainnya, membunuh warga sipil tidak berdosa termasuk murid sekolah dan pasien di rumah sakit,” kata Mahathir dalam pidato di Sidang Umum PBB pada 29 September 2018 seperti dilansir Free Malaysia Today.

    1. Kunjungan ke Tepi Barat

    “Apa yang saya lihat membenarkan semua pandangan dan pemikiran saya mengenai rezim rasis ini,” kata Mahathir seperti ditirukan Menteri Luar Negeri Palestina, Abdullah Abdullah, ketika rombongan Mahathir tertahan sekitar satu jam dalam perjalanan dari Yordania ke Tepi Barat karena larangan Israel pada 17 Mei 2005 seperti dilansir Aljazeera.

    Baca:

     
    1. Komunitas Muslim

    “Kita sebenarnya sangat kuat, 1.3 miliar orang tidak bisa dihapus begitu saja. Eropa membunuh 6 juta orang Yahudi dari 12 juta orang. Tapi hari ini, Yahudi menguasai dunia lewat perpanjangan tangan. Mereka menggunakan orang lain untuk bertempur dan mati untuk kepentingan mereka,” kata Mahathir dalam pidato mengkritik Israel di Organisasi Kerjasama Islam ke 57 pada 17 Oktober 2003 di Kuala Lumpur, Malaysia seperti dilansir CNN.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.