Penduduk di Pulau Ini Rayakan Tahun Baru Setiap 13 Januari

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foula, sebuah pulau di wilayah terpencil di inggris, merayakan hari Natal pada 6 Januari 2019. Sumber: Getty Images Europe/mirror.co.uk

    Foula, sebuah pulau di wilayah terpencil di inggris, merayakan hari Natal pada 6 Januari 2019. Sumber: Getty Images Europe/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Penduduk di Foula, sebuah pulau di wilayah terpencil di inggris, merayakan hari Natal pada 6 Januari 2019. Pulau berpopulasi sekitar 30 jiwa ini, dikenal merayakan Natal 12 hari lebih lambat dari tanggal 25 Desember.

    Selain merayakan Natal 12 hari setelah tanggal 25 Desember, masyarakat di pulau ini juga akan menyambut tahun baru dua pekan setelah seluruh dunia merayakan tahun baru.

    Dikutip dari mirror.co.uk, Selasa, 8 Desember 2018, Pulau Foula menganut sistem penanggalan Julian. Hal ini menempatkan masyarakat di Pulau Foula 12 hari lebih lama dalam perayaan Natal dan merayakan tahun baru pada 13 Januari bukan per 1 Januari.

    Baca: Lebak Jaga 9 Pulau Kecil, Sebagian Menjadi Destinasi Wisata

    Foula, sebuah pulau di wilayah terpencil di inggris, merayakan hari Natal pada 6 Januari 2019. Sumber: mirror.co.uk

    Baca: Penjara Narkoba Ala Buwas, Pulau Terpencil dan Banyak Buaya

    Saat tiba perayaan hari Natal, penduduk Pulau Foula umumnya berkumpul di sebuah rumah yang sudah disepakati sebagai tempat berkumpul. Disana, mereka akan saling bertukar kado dan saling mengucapkan selamat Natal.

    Dari sekitar 30 jiwa penduduk, sebanyak 10 orang adalah anak-anak. Saat Natal, mereka pun dengan sabar menunggu kedatangan Santa Clause.

    "Penduduk pulau merayakan hari Natal dan tahun baru sebelum penanggalan Greorgian. Bukan tradisi kami merayakan Natal setiap 25 Desember. Orang lain yang berubah, kami tidak. Kami bukannya unik, tapi sama seperti masyarakat Rusia yang masih merayakan Natal berdasarkan penanggalan lama," kata Stuart Taylor, 44 tahun, penduduk Pulau Foula.

    Pulau Foula terletak sekitar 24 kilometer dari wilayah barat daratan Shetland dan 160 kilometer dari utara daratan Scotlandia, Inggris. Berbeda dengan wilayah-wilayah lain di Inggris, Foula baru mendapat pasokan air pada 1982 dan dialiri listrik pada 1984.

    Sekarang Foula telah memiliki sebuah sistem energi terbarukan yang ditopang oleh mesin diesel. Dengan begitu, masyarakat tak perlu lagi khawatir mengalami mati lampu.

    Meski berada di wilayah terluar Inggris, penduduk Foula masih bisa menikmati internet dan tayangan televisi. Hal yang paling dikhawatirkan hanyalah saat musim dingin tiba yang kadang disertai badai, namun cuaca di Foula akan sangat indah saat musim panas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.