Belgia Masih Keberatan Terima Kembali Warganya yang Terlibat ISIS

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketujuh wanita yang tergabung dengan ISIS dari Libya  saat tiba di Bandara Khartoum, Sudan, 5 April 2018. Para perempuan pergi ke Libya pada 2014 dan 2015 untuk bergabung dengan kelompok ekstremis ISIS. REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah

    Ketujuh wanita yang tergabung dengan ISIS dari Libya saat tiba di Bandara Khartoum, Sudan, 5 April 2018. Para perempuan pergi ke Libya pada 2014 dan 2015 untuk bergabung dengan kelompok ekstremis ISIS. REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah

    TEMPO.CO, Jakarta - Belgia akan mengajukan banding atas putusan seorang hakim yang memaksa akan merepatriasi dua perempuan warga negara Belgia yang dituduh terlibat dalam aktivitas kelompok radikal Islamic State atau ISIS.

    Dikutip dari reuters.com, Senin, 31 Desember 2018, dua perempuan warga negara Belgia itu bernama Tatiana Wielandt, 26 tahun dan Bouchra Abouallal, 25 tahun. Keduanya total memiliki enam orang anak dari suami yang merupakan militan ISIS.

    Baca : Model dari Malaysia Jadi Anggota ISIS

    Pengadilan dalam putusannya telah meminta Belgia untuk membawa pulang Wielandt dan Abouallal. Namun Menteri Imigrasi Belgia Maggie De Block keberatan dengan putusan itu dengan mengatakan sebuah perbedaan telah dibuat antara Ibu dan anak.

    "Anak-anak tidak minta dilahirkan dalam kondisi seperti itu. Empat dari total enam anak itu adalah warga negara Belgia. Keempat anak itu memiliki kakek-nenek di Belgia, dimana satu anak dilaporkan mengalami sakit kritis. Kami bertanggung jawab untuk melihat apa yang bisa kami lakukan," kata De Block.

    Baca: ISIS Bebaskan Wartawan Jepang yang Disandera

    Dalam keterangannya, De Block tidak menjelaskan bagaimana nasib sisa dua anak lainnya. Dia hanya mengatakan ibu dari anak-anak itu yakni Wielandt dan Abouallal dihadapkan pada kasus berbeda, dimana keduanya dituntut secara hukum dan Belgia menilai keduanya telah berkontribusi dalam perencanaan serangan teror di Belgia. Dengan begitu, De Block menilai pihaknya harus melakukan evaluasi terhadap kemungkinan risiko dan tidak menerima begitu saja Wielandt dan Abouallal.

    Dalam sidang in absensia, Wielandt dan Abouallal didakwa telah menjadi anggota kelompok radikal ISIS sehingga masing-masing dijatuhi hukuman oleh pengadilan Antwerp pada Maret 2018, penjara lima tahun.

    Negara-negara Eropa masih tertatih terkait bagaimana menangani para terduga militan ISIS dan keluarganya yang baru kembali dari zona perang, seperti Irak dan Suriah. Prancis memutuskan untuk membawa ulang anak-anak, tetapi mengizinkan ibu anak-anak itu dieksekusi hukum oleh otoritas setempat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.