Mahathir Mohamad Dianugerahi Doktor Kehormatan di Kampus Thailand

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mendorong Malaysia agar menjadi masyarakat tanpa uang tunai. Gagasan ini bagian dari upaya untuk membuat tindak kejahatan korupsi semakin sulit. Sumber: Razak Ghazali/malaymail.com

    Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mendorong Malaysia agar menjadi masyarakat tanpa uang tunai. Gagasan ini bagian dari upaya untuk membuat tindak kejahatan korupsi semakin sulit. Sumber: Razak Ghazali/malaymail.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menerima gelar dokter kehormatan dari universitas di Thailand pada Minggu 16 Desember 2018. Dalam pidato penghargaannya, Mahathir menyerukan stabilitis dan kesatuan blok ASEAN.

    "Sepanjang 51 tahun menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan di tengah perbedaan politik, ekonomi dan kultural, ASEAN telah menjadi blok regional yang sukses," tutur Mahathir di hadapan mahasiswa di Rangsit University, setelah mendapat gelar doktoral di bidang humaniora, dilaporkan Straits Times, 17 Desember 2018.

    Baca: Raja Malaysia Menikah, Mahathir Mohamad Belum Dapat Kabar Resmi

    "Stabilitas dan kemakmuran kawasan kita bergantung pada keastuan dan integritas ASEAN." tutur Mahathir dan mengatakan agar ASEAN mengarahkan 630 juta populasinya untuk posisi dan proyek strategis regional.

    Tun Mahathir Mohamad mendapat gelar dokter kehormatan di bidang kepemimpinan sosial, kewirausahaan dan politik di universitas swasta Rangsit University di provinsi Pathum Thani, sebelah utara Bangkok.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kanan) berbincang dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) dalam ASEAN Leaders Gathering di sela-sela rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis, 11 Oktober 2018. ANTARA/ICom/AM IMF-WBG/M Agung Rajasa

    Selama lawatan dua hari yang berakhir hari Minggu, Mahathir ditemani istrinya, Siti Hasmah Mohamad Ali, Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah dan pejabat pemerintah Malaysia lain.

    Mahathir juga memuji kerja sama kokoh Malaysia dengan Thailand dan menyatakan Thailand, yang akan memimpin ASEAN pada tahun depan, bisa memajukan blok.

    Ini adalah kunjungan kedua Mahathir ke Thailand. Pada Oktober lalu, Mahathir berjanji untuk membantu Thailand menyelesaikan konflik dengan separatis di perbatasan selatan. Malaysia memfasilitasi perundingan antara pemerintah Thailand dengan kelompok pemberontak.

    Baca: Sedih Lion Air Jatuh, Mahathir Mohamad Sampaikan Belasungkawa

    The Star melaporkan, setelah mendapat gelar doktor kehormatan, Mahathir mengatakan proses perundingan di selatan Thailand berlangsung baik di bawah wewenang Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia Abdul Rahim Noor.

    "Ada banyak faksi di Thailand selatan dan ini adalah masalah yang tidak bisa diselesaikan dalam satu malam," ujar Mahathir Mohamad.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Puncak Gunung Everest Mencair, Mayat Para Pendaki Tersingkap

    Akibat menipisnya salju dan es di Gunung Everest, jenazah para pendaki yang selama ini tertimbun mulai tersingkap. Ini rincian singkatnya.