Selasa, 20 November 2018

Sedih Lion Air Jatuh, Mahathir Mohamad Sampaikan Belasungkawa

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad berbicara dalam konferensi pers usai rapat kabinet di Putrajaya, Malaysia, Rabu 30 Mei 2018. Mahathir mengatakan pemerintah Malaysia terpaksa menghentikan pesawat MH370 yang hilang dan pencarian akan dilanjutkan jika ada bukti baru. [AP photo/Sadiq Asyraf]

    Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad berbicara dalam konferensi pers usai rapat kabinet di Putrajaya, Malaysia, Rabu 30 Mei 2018. Mahathir mengatakan pemerintah Malaysia terpaksa menghentikan pesawat MH370 yang hilang dan pencarian akan dilanjutkan jika ada bukti baru. [AP photo/Sadiq Asyraf]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610.

    Dalam unggahannya di Twitter, Mahathir mengungkapkan kesedihan dan keterkejutannya atas berita jatuhnya pesawat.

    Baca: Lion Air JT 610 Jatuh, Dua Pemimpin Dunia Ucapkan Belasungkawa

    "Saya sedih dan kaget saat mengetahui jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang pagi ini. Saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang terlibat dalam tragedi ini," kicau Mahathir, seperti dikutip New Straits Times, 29 Oktober 2018.

    Pesawat Boeing 737 MAX 8, yang membawa 181 penumpang dan delapan awak, kehilangan kontak dengan menara kontrol beberapa menit setelah lepas landas pada pukul 06.20 pagi dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

    Pesawat itu dijadwalkan tiba di Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang pada pukul 7.10 pagi.

    Baca: Putin Sampaikan Belasungkawa Atas Jatuhnya Lion Air JT 610

    Reuters melaporkan pesawat Lion Air yang jatuh, memiliki masalah teknis pada penerbangan sebelumnya, tetapi telah dispwebaiki sesuai prosedur, kata kepala eksekutif Lion Air.

    "Pesawat ini sebelumnya terbang dari Denpasar ke Cengkareng (Jakarta). Ada laporan tentang masalah teknis yang telah diselesaikan sesuai prosedur," ungkap Edward Sirait, namun menolak rincian masalah teknis yang dimaksud.

    Petugas mengevakuasi jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di posko Lion Air JT 610 di JICT II Tanjung Priok, Jakarta, 29 Oktober 2018. Enam kantong jenazah tersebut saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Edward mengatakan Lion Air telah mengoperasikan 11 pesawat dengan model yang sama, Boeing 737 Max 8, dan pesawat lainnya tidak memiliki masalah teknis yang sama.

    Data dari layanan pelacakan penerbangan FlightRadar24 menunjukkan sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres terjadi sekitar dua menit setelah penerbangan pesawat mencapai 2.000 kaki atau sekitar 609 meter.

    Baca: Lion Air Jatuh, Australia Imbau Pejabat Tidak Gunakan Lion Air

    Pada titik itu, pesawat turun 500 kaki atau 152 meter lebih dan berbelok ke kiri sebelum naik lagi hingga ketinggian 5.000 kaki atau 1.524 meter sebelum akhirnya jatuh.

    Sebelum jatuh, kecepatan pesawat Lion Air JT 610 dilaporkan pada 638 km/jam, sebelum hilang ketika berada di ketinggian 3.650 kaki atau 1.112 meter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.