Biarawati di Amerika Serikat Puluhan Tahun Korupsi Uang Sekolah

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mary Margaret Kreuper dan Lana Chang, biarawati yang mengajar di sekolah Katolik St. James/Facebook.

    Mary Margaret Kreuper dan Lana Chang, biarawati yang mengajar di sekolah Katolik St. James/Facebook.

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua biarawati yang mengajar di sebuah sekolah Katolik di California, Amerika Serikat, mengaku menggelapkan uang sebesar US$500,000 atau Rp 7,3 miliar dan menggunakan uang haram itu untuk plesiran dan berjudi di Las Vegas, Amerika Serikat. 

    Dikutip dari asiaone.com, Selasa, 11 November 2018, dua biarawati itu adalah Mary Margaret Kreuper dan Lana Chang, yang merupakan sahabat karib. Keduanya mendapatkan uang itu dengan menggelapkan uang sekolah, iuran sekolah dan sejumlah dana donasi yang ditujukan untuk sekolah Katolik St. James di Torrance, wilayah selatan Los Angeles.           

    Baca: Paus Fransiskus: Imam, Biarawati LGBT Tidak Diterima di Gereja 

    Menurut Keuskupan Los Angeles, uang yang digelapkan itu ditemukan jejaknya saat dilakukan sebuah audit. Diduga, kedua biarawati itu telah melakukan tindak kejahatannya setidaknya selama satu dekade. 

    Kreuper adalah mantan kepala sekolah Katolik St. James, tempat dia bekerja selama 20 tahun hingga dia pensiun pada awal tahun ini. Sedangkan Chang adalah seorang guru yang telah mengajar selama 20 tahun dan juga pensiun pada tahun ini.    

    Baca: Bukan Biarawati, Yuk Kenalan Sama Sosok Valak The Nun di Mitologi 

    “Komunitas kami sangat resah dan sedih dengan situasi ini serta menyesalkan setiap tindakan yang menimbulkan luka pada hubungan jangka panjang dengan anggota keluarga sekolah. Kedua biarawati sekolah Katolik St. James telah dengan keinginan dan niat melakukan kerugian pada sekolah. Orang tua dan para wali murid mendapat informasi soal ini pada awal bulan ini,” tulis sekolah Katolik St. James dalam pernyataannya.

    Kendati Kepolisian telah diinformasikan mengenai kasus ini, namun Keuskupan menyatakan tidak berencana menggugat kedua mantan guru itu, yang sudah berpuluh tahun menghabiskan waktu mengajarkan kepada para murid soal moral. Pihak sekolah mengetahui kedua biarawati itu menyusun rencana melakukan plesiran dan pergi ke kasino, namun kenyataan keduanya menggunakan rekening sekolah seperti rekening pribadi, adalah hal yang mengecewakan.  

    Michael Meyers, pastur sekolah, mengatakan dalam surat yang ditujukan kepada para orang tua dan wali murid, pihaknya berdoa agar para orang tua murid tidak kehilangan kepercayaan kepada para tenaga pendidik dan administrator sekolah. Sekolah pun mendoakan kebaikan bagi keluarga besar sekolah Katolik St. James dan kedua biarawati tersebut.                


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.