PM Kanada Justin Trudeau Kunjungi Makam Leluhur di Singapura

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri (PM) Kanda, Justin Trudeau yang berkostum Superman menggendong anaknya, Hadrien saat hadir dalam perayaan Halloween di Rideau Hall, Ontario, Kanada, 31 Oktober 2017. REUTERS/Chris Wattie

    Perdana Menteri (PM) Kanda, Justin Trudeau yang berkostum Superman menggendong anaknya, Hadrien saat hadir dalam perayaan Halloween di Rideau Hall, Ontario, Kanada, 31 Oktober 2017. REUTERS/Chris Wattie

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau memberikan penghormatan kepada nenek buyutnya Esther Bernard di Fort Canning, selama kunjungan ke Singapura.

    Bernard adalah putri Mayor Jenderal William Farquhar, Residen dan Komandan Inggris pertama di Singapura dari 1819 hingga 1823.

    Baca: PM Kanada Justin Trudeau Akui Pernah Hisap Ganja Saat Ilegal

    Plakatnya dapat ditemukan di sepanjang dinding Canning Green dan merupakan salah satu dari sekitar 400 batu nisan yang telah ada di daerah tersebut selama abad ke-19, seperti dilansir dari Channel News Asia, 16 November 2018.

    "Aku sebenarnya tidak pernah mengambil foto narsis," kata Trudeau kepada fotografer saat dia mengeluarkan ponselnya dan mengambil video singkat tentang dirinya dengan plakat.

    "Aku berjanji pada anak-anakku."

    Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengunjungi batu nisan makam Esther Bernard saat ia mengunjungi taman Fort Canning di Singapura, Kamis 15 November 2018. [CANADIAN PRESS / Adrian Wyld]

    Sementara Trudeau, kakek buyutnya, Mayor Jenderal Farquhar telah mendaki Fort Canning Hill, setelah pembentukan Singapura, dan mengibarkan bendera Inggris "Union Jack" di sana.

    Trudeau tidak menyia-nyiakan kesempatan berbicara tentang hubungan kekerabatannya selama berada di Singapura.

    Baca: Tak Laporkan Kacamata, PM Trudeau Didenda Rp 1 Juta

    Perdana menteri bergurau tentang bagaimana penduduk setempat bisa memanggilnya sepupu, dan dia mengacu pada tulang pipinya yang tinggi dan bagaimana kulitnya mudah gelap jika berjemur.

    Lukisan William Farquhar oleh John Graham pada 1830. [The Spectator]

    Pada hari pertamanya di Singapura, Trudeau berbicara bagaimana neneknya telah menceritakan kisah tentang akar keluarga yang mengarah kembali ke Asia Tenggara, "yang membuat kita untuk menelusuri fakta bahwa saya adalah keturunan langsung William Farquhar, yang merupakan salah satu pendiri Singapura," kata Trudeau, seperti dilapokan dari ctvnews.ca.

    Pada 1819, Farquhar menjadi komandan pertama Singapura, dan diberi perintah oleh negarawan Inggris Sir Stamford Raffles tentang bagaimana cara membangun kota.

    Namun Farquhar dia tidak mengikuti semua perintah Raffles. Dia membiarkan penduduk setempat menjaga sarang perjudian mereka dan menjual opium di antara keputusan lain yang bertujuan untuk memungkinkan beberapa praktek budaya lokal tetap dilakukan. Karena kesal, Raffles kembali pada 1822 dan mencopot Farquhar dari posisinya.

    Istri Farquhar adalah warga Malaka dari Malaysia dan putri mereka, Esther, memiliki hubungan dengan Trudeau di pihak ibunya. Dia memiliki cucu lelaki yang berimigrasi ke Kanada, mendarat di British Columbia.

    "Ini adalah cerita yang, bagi saya, tidak hanya menyoroti hubungan antara Kanada dan Singapura - ini juga menyoroti keuntungan dan realitas keragaman dan multikulturalisme," katanya.

    Baca: Sahabat Meninggal, Justin Trudeau Kanada Menangis

    "Saya tidak akan ada jika bukan karena multikulturalisme dan saya pikir itu adalah sesuatu yang mengikat Singapura dan Kanada bersama," kata Justin Trudeau.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.