Rabu, 21 November 2018

Intelijen Korsel Pantau Kesehatan Kim Jong Un Pakai Teknologi 3D

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, tertawa saat berkeliling pabrik Kumsanpho, Korea Utara, Rabu, 8 Agustus 2018. Kim, yang didampingi istrinya, Ri Sol Ju, tampak semringah saat mengunjungi pabrik pengawetan ikan tersebut. KCNA via REUTERS

    Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, tertawa saat berkeliling pabrik Kumsanpho, Korea Utara, Rabu, 8 Agustus 2018. Kim, yang didampingi istrinya, Ri Sol Ju, tampak semringah saat mengunjungi pabrik pengawetan ikan tersebut. KCNA via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Agen intelijen Korea Selatan menggunakan teknologi 3D untuk meninjau kesehatan dan perubahan tubuh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

    Dilansir dari Dailymail.co.uk, 3 November 2018, lembaga intelijen Korea Selatan, National Intelligence Service (NIS), mengatakan Kim Jong Un memiliki kesehatan yang relatif baik, meskipun riwayat keluarganya menderita diabetes dan tekanan darah tinggi.

    Baca: Trump Mau Ketemu Kim Jong Un setelah 6 November, Kenapa?

    Laporan itu muncul setelah NIS memberi penjelasan kepada para anggota parlemen Korea Selatan, dikutip dari kantor berita Yonhap.

    Menurut Korea Selatan, Kim Jong Un yang kini berusia 35 tahun (Korea Utara mengatakan dia 34 tahun), telah menderita sejumlah penyakit sejak berkuasa pada 2011 setelah kematian ayahnya, Kim Jong-il, yang menderita tekanan darah tinggi dan diabetes.

    Ibu Negara Korea Selatan Kim Jung-sook (kiri) berbincang dengan Ri Sol Ju (kanan), istri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, saat mengunjungi restoran seafood Sungai Taedong di Pyongyang, Korea Utara, Rabu, 19 September 2018. Istri dari kedua negara yang terpisah akibat perang ini terlihat akrab saat bertemu. Pyeongyang Press/REUTERS

    Berat badan Kim Jong Un telah bertambah sejak berkuasa dan berjalan agak pincang serta berjalan menggunakan tongkat ketika ia berbicara di sesi khusus parlemen Korea Utara pada Juli 2014.

    Kebiasaan makan sang diktator telah menjadi spekulasi di negara barat. Menurut laporan, ia menyukai keju Emmental saat masih mahasiswa di Swiss, dan menyukai minuman keras yang mahal terutama Hennesy dan Crystal. Ia juga menyukai daging mahal seperti daging sapi Kobe dan sushi.

    Baca: Kim Jong Un Hadiahkan Sepasang Anjing Khas Korut ke Moon Jae-in

    Pada 2014, ia menghilang selama beberapa minggu dan Korea Utara mengakui Kim Jong Un sedang sakit dan diduga ia menderita asam urat. Namun Pyongyang mengatakan ia hanya sakit ringan.

    "Berdasarkan gaya berjalannya, tampaknya dia memiliki asam urat, karena pola makan dan predisposisi genetik yang telah mempengaruhi anggota keluarga Kim lainnya," kata Michael Madden, seorang pengamat di situs portal analisis Korut, 38 North.

    Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, melihat produk olahan berbahan ikan lele saat mengunjungi peternakan ikan lele di Samchon, Korea Utara, Senin, 6 Agustus 2018. Produksi ikan lele di Korea Utara sedang didorong di tengah kekurangan gizi yang masih menjadi masalah di negera tersebut. KCNA via REUTERS

    Pengamat percaya Kim Jong Un sengaja menambah berat badan agar terlihat lebih seperti kakeknya Kim Il Sung, yang dihormati di Korea Utara.

    Korea Utara mengimpor barang senilai Rp 9,5 triliun pada 2017, meskipun sanksi PBB melarang perdagangan internasional Korut.

    Baca: Kim Jong Un Hadiahkan Jamur Seharga Rp 19,2 M ke Korea Selatan

    Impor Korea Utara terdiri dari produk elektronik seperti TV mewah yang terdiri lebih dari setengah total transaksi senilai Rp 5 triliun, kemudian mobil senilai Rp 3 triliun, dan minuman keras senilai Rp 523 miliar.

    Kim Jong Un telah menghabiskan Rp 58 triliun lebih untuk mengimpor barang-barang mewah dari Cina sejak ia menjadi pemimpin Korea Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.