Minggu, 21 Oktober 2018

Trump Mau Ketemu Kim Jong Un setelah 6 November, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kim Jong Un dan Donald Trump sesaat akan menandatangani dokumen kesepakatan hasil pertemuan puncak mereka di Singapura,12 Juni 2018.

    Kim Jong Un dan Donald Trump sesaat akan menandatangani dokumen kesepakatan hasil pertemuan puncak mereka di Singapura,12 Juni 2018.

    TEMPO.COWashington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan pertemuan puncak dirinya dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, bakal digelar setelah negaranya kelar menggelar pemilu tengah pada 6 November 2018.

    Baca:

     

    “Saat ini saya tidak bisa berpergian,” kata Trump kepada media saat dia akan menuju Iowa untuk rapat akbar politik seperti dilansir Reuters dan CNBC pada Selasa, 10 Oktober 2018.

    Saat ini, ada tiga – empat calon lokasi pertemuan keduanya, yang akan membahas soal denuklirisasi, pernyataan berakhirnya Perang Korea dan pencabutan sanksi ekonomi atas Korea Utara.

    Baca:

     

    Menurut Trump, dia berpikir pertemuan kedua ini tidak lagi digelar di Singapura, yang menjadi lokasi pertemuan pertama pada Juni 2018.

    Menurut Trump, Amerika dan Korea Utara bakal menggelar pertemuan di negara masing-masing. “Termasuk di negara mereka,” kata dia.

    Seperti dilansir CNN sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, telah bertemu dengan Kim Jong Un di Pyongyang pada Ahad kemarin. Keduanya membahas isu denuklirisasi dan pembebasan sejumlah orang Jepang yang pernah diculik agen Korea Utara. Isu kedua ini merupakan titipan dari Jepang setelah Pompeo bertemu dengan PM Shinzo Abe di Tokyo pada Sabtu, 6 Oktober 2018.

    Presiden Donald Trump mengacungkan jempol kepada pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, saat pertemuan bilateral di Capella, Pulau Sentosa, Singapura, 12 Juni 2018. AP

    Baca:

     

    Menurut Pompeo tim inspektur independen dari luar negeri bakal diundang untuk mengunjungi situs uji coba nuklir Korea Utara dalam proses penutupannya. “Saya pikir kita telah membuat kemajuan luar biasa,” kata Trump sambil menunjuk tidak adanya uji coba rudal dan nuklir oleh rezim diktator Korea Utara pada tahun ini.

    “Tidak ada uji coba nuklir dan roket, dan kita punya hubungan baik dengan Ketua Kim, yang sangat penting,” kata dia.

    Baca:

     

    Menurut Trump,”Saya suka dia dan dia suka saya. Hubungan kami bagus.” Dalam kesempatan lain, Trump mengaku dia dan Kim saling jatuh cinta saat keduanya bertemu di Singapura untuk pertama kali pada Juni 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.