Selasa, 20 November 2018

Ilmuwan Cina Sukses Kembangkan Beras Air Laut

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panen beras air laut di Cina [China Daily Europe]

    Panen beras air laut di Cina [China Daily Europe]

    TEMPO.CO, Jakarta - Ilmuwan Cina berhasil memanen beras air laut yang tahan alkali yang ditanam di Provinsi Shandong, Cina timur.

    Panen ini menandai keberhasilan awal dari rencana ambisius untuk meningkatkan produksi beras Cina dan memberi makan tambahan bagi 80 juta orang.

    Baca: Cina Resmikan Jembatan Laut Terpanjang di Dunia

    Dilansir dari Russia Today, 27 Oktober 2018, jenis beras baru, yang berhasil dipanen oleh sekelompok ilmuwan di kota tepi pantai Qingdao, Cina timur, terungkap setahun lalu. Beras laut yang dapat tumbuh di dataran pasang surut atau tanah garam beralkali dikembangkan dengan menyilangkan varietas padi yang berbeda.

    Ilmuwan memeriksa padi tahan air laut. [LI ZIHENG/XINHUA via China Daily]

    "Jika ada bencana alam, karena Cina memiliki populasi yang besar, sulit untuk mengandalkan mengimpor makanan dari luar negeri karena ada hambatan logistik. Jika orang Cina kelaparan karena kegagalan panen yang disebabkan oleh bencana alam, akan ada kerusuhan sosial dan faktor-faktor destabilisasi bagi dunia," kata Wakil Direktur Pusat Litbang Padi Laut Qingdao, Guodong Zhang, kepada kantor berita RT.

    Baca: Lelaki Ini Pernah Bersantap di sekitar 7.300 Restoran Cina

    Menurut para ilmuwan, mengubah lahan tandus menjadi lahan pertanian yang subur akan memungkinkan Cina memberi makan seluruh negeri dan karena itu akan bermanfaat bagi perdamaian dan stabilitas.

    Bibit beras hibrida air laut sebelum ditanam di Qingdao, Provinsi Shandong. [China Daily]

    "Gandum dan beras adalah makanan pokok rakyat Cina, dan 60 persen dari mereka bergantung pada beras," katanya.

    "Dengan upaya bersama tim kami dan seluruh masyarakat, lebih dari 65.000 kilometer persegi garam dan tanah alkali akan diubah di Cina," kata wakil direktur.

    Baca: Cina dan Rusia Kembangkan Bulan Buatan untuk Terangi Bumi

    "Rencana itu bisa menambah makanan hingga 30 miliar kilogram berdasarkan perhitungan minimal 300 kilogram per 667 meter persegi. Ini dapat mendukung tambahan 80 juta orang di Cina," tambahnya.

    Awal tahun ini, tim peneliti berhasil menanam dan memanen beras tahan garam yang dikembangkan oleh Cina di gurun Dubai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.