Bonbin Melbourne Larang Monyet Makan Pisang, lho?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Monyet liar bernama Ucle Fat makan pisang di dalam kandang di sebuah pusat rehabilitasi di Bangkok, Thailand, 19 Mei 2017. AP Photo/Sakchai Lalit

    Monyet liar bernama Ucle Fat makan pisang di dalam kandang di sebuah pusat rehabilitasi di Bangkok, Thailand, 19 Mei 2017. AP Photo/Sakchai Lalit

    TEMPO.COMelbourne – Kebon binatang atau Bonbin Melbourne menghentikan pemberian asupan berupa buah-buahan kepada hewan piaraannya karena membuat gendut dan merusak gigi.

    Baca:

     

    Penjaga bonbin menemukan buah-buah yang berasal dari pohon yang ditanam memiliki rasa lebih manis dibandingkan buah yang tumbuh di alam. Ini membuat buah itu tidak layak dikonsumsi hewan.

    “Hasilnya, monyet di bonbin ini tidak lagi bisa menyantap pisang dan panda merah hanya boleh menyantap pelet panda yang dicampur vitamin dan mineral,” begitu dilansir Daily Mail, Ahad, 30 September 2018 waktu setempat.

    Baca:

     

    Petugas bonbin mulai mengganti buah-buahan dengan sayuran untuk memberikan asupan gizi lebih berimbang bagi hewan piaran.

    Menurut laporan dari Departemen Kesehatan dan Usia Australia, manusia masih mendapatkan manfaat dari gula alami dalam buah meskipun kadarnya meningkat.

    Namun, hewan mengalami masalah kesehatan jika mengkonsumsi buah seperti ini.

    Baca:

     

    Dokter hewan dari Bonbin Melbourne, Dr Michael Lynch, mengatakan panda merah mengalami hal ini.

    “Buah menjadi makanan kesukaan karena kandungan gulanya. Jadi banyak hewan terutama primata dan panda merah memilih menyantap buah seperti ini dan mengabaikan bagian lain,” kata Lynch seperti dilansir Sydney Morning Herald dan dikutip Daily Mail.

    Dua anak Panda Merah tampil di depan publik, setelah cuaca buruk beberapa hari terakhir di Port Lympne Wild Animal Park, Kent, Inggris, (1/11). AP/Gareth Fuller, PA Wire

    Pemberian pelet kepada panda merah dilakukan untuk memastikan hewan langka ini mendapatkan asupan gizi berimbang yang dibutuhkan tubuhnya.

    Baca:

     

    “Isu utamanya adalah pohon buah yang dikembangkan di perkebunan mengalami modifikasi genetika agar menghasilkan lebih banyak gula dibandingkan pohon  buah alami,” kata dia yang mengatakan dia menyantap lebih sedikit buah setelah melakukan riset di bonbin ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh di Panggung, Riuh di Cyber

    Di dunia maya, adu cuitan dan status jauh lebih ramai antara pendukung dan juru bicara kedua kubu.