Senin, 24 September 2018

British Airways Diretas, 38 Ribu Kartu Kredit Pelanggan Dibobol

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat British Airways. REUTERS/Arnd Wiegmann

    Pesawat British Airways. REUTERS/Arnd Wiegmann

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan British Airways meminta maaf setelah kartu kredit ratusan ribu pelanggannya dibobol selama dua minggu dari situs web dan aplikasi maskapai.

    British Airways menemukan bahwa pemesanan yang dilakukan antara 21 Agustus dan 5 September telah dibobol dalam serangan kejahatan yang sangat canggih, kata Kepala Eksekutif British Airways, Alex Cruz, seperti dilaporkan Reuters, 7 September 2018.

    Baca: Karyawan British Airways Dipecat Gara-gara Rambut

    Sekitar 380.000 pembayaran kartu diretas dengan membobol data nama pelanggan, alamat, email, nomor kartu kredit, tanggal kedaluwarsa dan kode keamanan. Seluruh informasi ini cukup untuk mencuri uang dari rekening pelanggan.

    Serangan itu terjadi 15 bulan setelah operator mengalami kegagalan sistem komputer besar-besaran di bandara Heathrow London, yang menyebabkan 75.000 pelanggan terlantar selama liburan akhir pekan.

    Jessie J berfoto selfie saat menghibur penumpang di dalam pesawat British Airways 777-300 di Sydney, Australia, 30 Juni 2016. Para penumpang merupakan pemenang gelaran pesta musim panas di Inggris. Mark Metcalfe/Getty Images for British Airways

    Saham perusahaan induk British Airways, International Airlines Group, turun 3 persen dalam transaksi awal pada Jumat 7 September.

    Cruz mengatakan maskapai sangat menyesal dan meminta maaf atas gangguan yang disebabkan oleh peretasan, yang belum pernah terjadi sebelumnya selama lebih dari 20 tahun.

    Dia mengatakan para peretas tidak menjebol enkripsi maskapai tetapi tidak menjelaskan secara pasti bagaimana mereka mendapatkan informasi pelanggan.

    "Ada metode lain, upaya yang sangat canggih, oleh para penjahat dalam memperoleh data," kata Cruz."Peretas memiliki akses ke sistem kami dengan cara terlarang, itu sangat canggih."

    British Airways menginformasikan pelanggan yang terkena dampak serangan dan menyarankan mereka untuk menghubungi bank atau penyedia kartu kredit dan mengikuti saran yang direkomendasikan.

    Baca: Senior Awak British Airways Jajakan Seks sebagai Usaha Sampingan

    Cruz mengatakan siapa pun yang kehilangan uang akan diberikan kompensasi oleh British Airways.

    Belum diketahui berapa banyak total kerugian pelanggan atas insiden ini, namun seorang pelanggan British Airways, seperti dilaporkan Dailymail.co.uk, mengaku telah kehilangan 1.600 Poundsterling atau Rp 30,8 juta dari rekening banknya setelah kartu kreditnya dibobol.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep