Jumat, 17 Agustus 2018

Upaya Pembunuhan, Maduro Siap Buktikan Keterlibatan Kolombia

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Venezuela Nicolas Maduro memegang mata uang Venezuela baru Bolivar Soberano (Sovereign Bolivar) saat ia berbicara dalam pertemuan dengan para menteri di Istana Miraflores di Caracas, Venezuela 25 Juli 2018.[Istana Miraflores / Handout via REUTERS]

    Presiden Venezuela Nicolas Maduro memegang mata uang Venezuela baru Bolivar Soberano (Sovereign Bolivar) saat ia berbicara dalam pertemuan dengan para menteri di Istana Miraflores di Caracas, Venezuela 25 Juli 2018.[Istana Miraflores / Handout via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, berjanji akan mempublikasi sejumlah bukti keterlibatan Kolombia dalam insiden yang disebut Maduro upaya pembunuhan terhadapnya. Dalam sebuah rekaman video yang diunggah Maduro di Twitter pada Selasa, 7 Agustus 2018, Maduro mengatakan aparat kepolisian dan militer Venezuela telah menahan seluruh pelaku penyerangan dan pihaknya sekarang sedang melacak dalang dibalik upaya pembunuhan terhadapnya.

    "Ada cukup bukti keterlibatan pemerintahan Kolombia saat ini, yang dipimpin Presiden Juan Manuel Santos. Dalam beberapa jam lagi, bukti-bukti akan kami publikasi," kata Maduro, seperti dikutip dari situs aljazeera.com pada Rabu, 8 Agustus 2018.

    Menanggapi pernyataan Maduro itu, Santos membantah tuduhan tersebut dengan mengatakan sedang berada bersama keluarganya saat insiden sebuah drone meledak di dekat sebuah acara militer yang dihadiri Presiden Maduro. Santos saat ini bertindak sebagai presiden sementara Kolombia.

    "Demi Tuhan, kepada Presiden Venezuela saya katakan pada hari Sabtu saya melakukan banyak hal penting. Saya menghadiri acara pembaptisan cucu saya," kata Santos.

    Baca: Presiden Venezuela Nicolas Maduro Lolos dari Upaya Pembunuhan

    Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua China, seorang perwira keamanan terluka menyusul serangan drone selama pidato oleh Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Caracas, Venezuela, Sabtu, 4 Agustus 2018.[Xinhua via AP]

    Baca: Nicolas Maduro: Kolombia di Balik Rencana Pembunuhan Saya

    Dalam insiden meledaknya sebuah drone yang membawa bahan peledak pada Sabtu, 4 Agustus 2018, Maduro selamat tetapi tujuh aparat keamanan Venezuela mengalami luka-luka akibat ledakan itu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada bukti yang memperkuat klaim Presiden Maduro itu.

    Pada Senin 30 Juli 2018, Presiden Maduro urung hadir di sebuah acara pawai di ibu kota Karakas, padahal dia telah dijadualkan memberikan pidato dan akan menjadi kemunculan publik pertamanya setelah serangan itu. Tidak ada penjelasan atas abesennya Maduro itu.

    Tuduhan dalam pembunuhan oleh Maduro itu berkaca pada hubungan Venezuela dan Kolombia yang tidak akur dalam beberapa tahun terakhir. Data pemerintah Kolombia memperlihatkan hampir satu juta warga negara Venezuela berada di Kolombia setelah Venezuela mengalami krisis politik, sosial dan keamanan sejak 2016. Kondisi ini telah mendesak Santos meminta bantuan internasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.