Duterte Lanjutkan Perang terhadap Narkoba di Filipina

Reporter

Elvira Miranda, ibu dari Leover Miranda kerabat dari korban tewas akibat operasi anti narkoba menangis dekat peti mati anaknya saat upacara pemakaman di Manila, Filipina, 20 Agustus 2017. Sekitar 80 orang tewas ditembak karena terduga pengguna atau pengedar narkoba oleh penembak tak dikenal. REUTERS/Romeo Ranoco

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Filipina Rodrigo Duterte bersumpah akan melanjutkan kampanye perang terhadap narkoba. Seperti sebelumnya, kampanye ini tidak akan mengenal belas kasih. 

“Perang terhadap narkoba tidak akan dikesampingkan, sebaliknya, akan semakin mengerikan dan tak kenal belas kasih. Jika Anda mau, kampanye ini akan seperti ketika diberlakukan pertama kali. Kekhawatiran Anda pada HAM, kalau saya pada kehidupan manusia,” kata Duterte.

Baca: Rodrigo Duterte: Bandar Narkoba Harus Dipenjara Jika Ingin Hidup

Dia menegaskan, kampanye perang terhadap narkoba yang dilakukannya ini bertujuan menghentikan hancurnya keluarga karena narkoba. Pidato Duterte mengenai perang terhadap narkoba itu tak pelak semakin meningkatkan kekhawatiran kelompok-kelompok HAM terhadap pertumpahan darah dan ribuan orang yang dieksekusi mati atas dugaan terlibat dalam jaringan pengedar narkoba.

Seorang pria, yang istrinya ditangkap saat operasi antinarkoba dan ditemukan tewas sehari kemudian, tidur di kasur di samping keponakannya di luar gubuknya di Navotas, Metro Manila, Filipina, 6 Desember 2017. Gubuk-gubuk kumuh di kawasan yang lebih dikenal sebagai Market 3 ini menjadi saksi bisu perang berdarah terhadap narkoba yang diluncurkan Duterte sejak Juni 2016 lalu. REUTERS

Kepolisian Filipina mengatakan sudah lebih dari 4.500 orang tewas dalam kampanye ini, di mana ribuan orang tewas terkait dengan peredaran narkoba. Namun lembaga HAM Human Rights Watch atau HRW, dalam laporannya, menyebut ada lebih dari 12 ribu orang tewas di tangan aparat kepolisian, pembunuh bayaran, sindikat narkoba, dan dugaan pembunuhan di luar proses hukum.

Baca: Bunuh Ribuan Orang dalam Perang Narkoba, Duterte Tetap Populer

“Sekitar 12 ribu angka yang dikeluarkan HRW termasuk pembunuhan yang dilakukan oleh aparat kepolisian dan pembunuh tak dikenal. Ini angka tahun lalu, jadi perkiraannya masih konservatif,” kata peneliti HRW wilayah Asia, Carlos Conde, seperti dikutip newsweek.com pada Selasa, 24 Juli 2018.

Kampanye perang terhadap narkoba yang dijalankan Duterte semakin deras mendapat penolakan, tidak hanya di luar negeri, tapi juga di dalam negeri. Saat Duterte menyampaikan pidato tahunan di hadapan anggota kongres pada Senin, 23 Juli 2018, ribuan orang melakukan unjuk rasa di luar gedung parlemen. Duterte dalam kesempatan itu mengatakan perang terhadap narkoba belum selesai.           






Dinyatakan Bebas Bersyarat, Begini Kisah Pelarian Terpidana Terorisme Bom Bali I Umar Patek

11 jam lalu

Dinyatakan Bebas Bersyarat, Begini Kisah Pelarian Terpidana Terorisme Bom Bali I Umar Patek

Awal perjalanan Umar Patek dimulai pada 1995 saat ia terlibat dalam perjuangan Moro Islamic Liberation Front di Minanao, Filipina.


Pengedar Ganja Ditangkap di Jatinegara, Polisi Dapat Info dari Live IG Pelajar yang Mau Tawuran

1 hari lalu

Pengedar Ganja Ditangkap di Jatinegara, Polisi Dapat Info dari Live IG Pelajar yang Mau Tawuran

Polisi memantau live IG sekelompok pelajar yang hendak tawuran di Jalan Inspeksi Kali Ciliwung. Ada sejumlah pemuda yang menghisap ganja.


Tiga Kota di Filipina yang Ramah Wisatawan Muslim

1 hari lalu

Tiga Kota di Filipina yang Ramah Wisatawan Muslim

Filipina bisa dipertimbangkan untuk menjadi tujuan wisata luar negeri warga Indonesia.


Istri Teddy Minahasa Diduga Pernah Telepon Istri Dody Prawiranegara, Ajak Ikut Skenario

1 hari lalu

Istri Teddy Minahasa Diduga Pernah Telepon Istri Dody Prawiranegara, Ajak Ikut Skenario

Mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa diduga memerintahkan anak buahnya menukar sabu dengan tawas


Polda Metro Jaya Gencarkan Razia Narkoba Jelang Tahun Baru

3 hari lalu

Polda Metro Jaya Gencarkan Razia Narkoba Jelang Tahun Baru

Penyalahgunaan narkoba meninggkat setiap Desember


Hotman Paris tidak Tahu Keberadaan 5 Kg Sabu di Kasus Teddy Minahasa

6 hari lalu

Hotman Paris tidak Tahu Keberadaan 5 Kg Sabu di Kasus Teddy Minahasa

Hotman Paris sempat mengatakan sabu 5 kg yang disebut ditukar tawas oleh Teddy Minahasa masih ada dan disimpan kejaksaan


Dikira Sampah, Petugas Rutan Depok Temukan Ganja dan Sabu

7 hari lalu

Dikira Sampah, Petugas Rutan Depok Temukan Ganja dan Sabu

Petugas Rutan Kelas I Depok menggagalkan upaya penyelundupan narkoba golongan I jenis sabu dan ganja yang disamarkan menjadi sampah


Berselang 10 Hari, Polisi Kembali Gerebek Kampung Bahari, Tangkap 6 Pengguna Narkoba

7 hari lalu

Berselang 10 Hari, Polisi Kembali Gerebek Kampung Bahari, Tangkap 6 Pengguna Narkoba

Polda Metro Jaya kembali menggerebek dan menyisir Kampung Bahari di Tanjung Priok. Tangkap enam pengguna narkoba. Mendapat perlawanan.


Kuil di Thailand Kosong, Seluruh Biksu Dipecat karena Pakai Narkoba

9 hari lalu

Kuil di Thailand Kosong, Seluruh Biksu Dipecat karena Pakai Narkoba

Seluruh biksu, termasuk ketuanya dipecat setelah terbukti menggunakan narkoba di sebuah kuil Buddha di Thailand.


Survei: Publik Percaya Kasus Teddy Minahasa Bukti Ada Persaingan Tidak Sehat di Polri

11 hari lalu

Survei: Publik Percaya Kasus Teddy Minahasa Bukti Ada Persaingan Tidak Sehat di Polri

Survei menunjukkan 58,8 persen publik percaya adanya persaingan tidak sehat di tubuh Polri dalam kasus Teddy Minahasa.