Rabu, 21 November 2018

Selandia Baru Pungut Pajak dari Turis Asing Mulai 2019

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Matamata Tourist Information Center bergaya Lord of The Ring. Kawasan Hobbiton ini dijadikan atraksi wisata oleh pemerintah Selandia Baru. Kawasan Hobbiton termasuk dalam salah satu tujuan pariwisata negara Selandia Baru, bahkan terdapat paket wisata untuk mengunjungi Hobbiton dan tempat syuting Lord of The Ring lainnya.13 Maret 2013. Getty Images.

    Matamata Tourist Information Center bergaya Lord of The Ring. Kawasan Hobbiton ini dijadikan atraksi wisata oleh pemerintah Selandia Baru. Kawasan Hobbiton termasuk dalam salah satu tujuan pariwisata negara Selandia Baru, bahkan terdapat paket wisata untuk mengunjungi Hobbiton dan tempat syuting Lord of The Ring lainnya.13 Maret 2013. Getty Images.

    TEMPO.CO, JakartaSelandia Baru mulai tahun 2019 akan membebani pajak kepada jutaan turis asing. Terkenal karena keindahan alamnya, aktivitas luar dan lokasi yang digunakan dalam film "Lord of the Rings", Selandia Baru semakin populer di kalangan wisatawan asing dalam beberapa tahun terakhir.

    Antusiasme tinggi itu berdampak pada pertumbuhan ekonomi Selandia Baru, namun di lain pihak juga memberi beban pada kemampuan negara itu mengelola arus masuk turis.

    Baca: 7 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Berlibur ke Selandia Baru

    "Di banyak tempat, infrastruktur pariwisata kami kewalahan," kata Menteri Pariwisata Selandia Baru, Kelvin Davis, seperti dilansir CNN Money pada Jumat, 15 Juni 2018.

    Pajak akan dibebankan ketika calon wisatawan mengajukan visa atau otorisasi perjalanan elektronik ke Selandia Baru.

    Negara yang memiliki populasi sekitar 4,9 juta, menerima 3,8 juta pengunjung internasional pada 2017 hingga Maret 2018. Pemerintah memprediksi jumlah pengunjung akan meningkat menjadi 5,1 juta pada 2024.

    Baca: Wisata Kuliner Halal Meningkat Hingga 51 Persen di Selandia Baru

    Davis mengatakan, pemerintah berencana untuk memperkenalkan retribusi US $ 17 hingga US $ 24 atau Rp 239,2 ribu hingga Rp 337,7 ribu yang akan diberlakukan pada paruh kedua tahun depan.

    Namun, tidak semua pengunjung asing harus membayarnya. Warga Australia dan warga negara-negara Kepulauan Pasifik terdekat akan dibebaskan.

    Dia memperkirakan pajak akan menaikkan pendapatan Selandia Baru antara US $ 42 juta hingga US$ 56 juta atau Rp 591 juta hingga Rp 788 juta di tahun pertama penerapannya. Pemerintah ingin membelanjakan uang hasil pajak itu untuk peNgembangan infrastruktur pariwisata dan konservasi.

    Pajak akan dibebankan ketika calon wisatawan mengajukan visa atau otorisasi perjalanan elektronik ke Selandia Baru.

    CNN MONEY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.