Anggota Parlemen Inggris Yakin Masa Depan Indonesia Bagus

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato di Parlemen Kerajaan Inggris di Royal Robing Room, Istana Westminster, London, Inggris, 19 April 2016. Dalam pidatonya, Jokowi menyerukan pada para anggota parlemen Inggris untuk lebih mengenal Indonesia dan menumpang maskapai penerbangan Garuda Indonesia. REUTERS/Stefan Wermuth

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato di Parlemen Kerajaan Inggris di Royal Robing Room, Istana Westminster, London, Inggris, 19 April 2016. Dalam pidatonya, Jokowi menyerukan pada para anggota parlemen Inggris untuk lebih mengenal Indonesia dan menumpang maskapai penerbangan Garuda Indonesia. REUTERS/Stefan Wermuth

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota independen Majelis Tinggi Parlemen Inggris, Lord Charles David Powell, terkesan dengan perkembangan yang terjadi di Indonesia. Setiap tahun, kondisi ekonomi Indonesia membaik dan makin kuat.

    “Untuk itu, tak mengherankan perusahaan-perusahaan Inggris menanamkan investasi cukup besar di Indonesia. Kami memberikan dukungan besar kepada Indonesia. Kami yakin Indonesia punya masa depan yang sangat bagus,” kata Powell saat ditemui setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Senin, 12 Maret 2018.

    Inggris merupakan mitra dagang ke-4 terbesar bagi Indonesia dari negara-negara Eropa dengan nilai 2,48 miliar dollar AS pada tahun 2016. Dalam hal investasi, Inggris menempati urutan ke-2 terbesar investor asal Eropa dengan nilai 306 juta dollar AS pada tahun 2016. Ekspor utama Indonesia ke Inggris mencakup alas kaki, mesin elektrik dan perlengkapannya serta barang dari kayu. Sementara impor dari Inggris juga didominasi oleh produk permesinan serta peralatan medis.

    Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Indonesia Minta Investor Asal Inggris Tingkatkan Investasi", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/02/14/081646426/indonesia-minta-investor-asal-inggris-tingkatkan-investasi.
    Penulis : Pramdia Arhando Julianto
    Editor : Bambang Priyo Jatmiko

    Kemenperin, Inggris merupakan mitra dagang ke-4 terbesar bagi Indonesia dari negara-negara Eropa dengan nilai 2,48 miliar dollar AS pada tahun 2016. Dalam hal investasi, Inggris menempati urutan ke-2 terbesar investor asal Eropa dengan nilai 306 juta dollar AS pada tahun 2016. Ekspor utama Indonesia ke Inggris mencakup alas kaki, mesin elektrik dan perlengkapannya serta barang dari kayu. Sementara impor dari Inggris juga didominasi oleh produk permesinan serta peralatan medis. PenulisPramdia Arhando Julianto EditorBambang Priyo Jatmiko Tag: investor Inggris Airlangga Hartarto Berita Terkait BKPM Fasilitasi "Startup" Indonesia Bertemu dengan Investor Australia Pelindo I Teken MoU dengan 4 Calon Investor KEK Arun Lhokseumawe Di Jepang, Investor Mata Uang Virtual Dikenakan Pajak hingga 55 Persen Chatib Basri Optimistis Indonesia Masih Diminati Investor Bupati Halmahera Barat Ajak Investor Korea Selatan Bangun Tiga Sektor Industri

    Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Indonesia Minta Investor Asal Inggris Tingkatkan Investasi", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/02/14/081646426/indonesia-minta-investor-asal-inggris-tingkatkan-investasi.
    Penulis : Pramdia Arhando Julianto
    Editor : Bambang Priyo Jatmiko

    Data Kementerian Perdagangan menyebut Inggris merupakan mitra dagang terbesar keempat Indonesia dari Eropa. Sedangkan dalam bidang investasi, Inggris adalah investor terbesar kedua dari Eropa, yang menanamkan uang di Indonesia.

    Indonesia umumnya mengekspor produk-produk seperti sepatu dan perabot rumah tangga dari kayu ke Inggris. Sebaliknya, Inggris mengekspor produk-produk mesin serta peralatan medis ke Indonesia.

    Baca: Bertemu PM Inggris, Jokowi Bicara Kerja Sama Ekonomi

    Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto menerima kunjungan kehormatan anggota independen Majelis Tinggi Parlemen Inggris, Lord Charles David Powell, di kantor Kementerian Koordinator Polhukam,12 Maret 2018. TEMPO/Suci Sekarwati

    Selain menilai positif pertumbuhan ekonomi Indonesia, Powell menganggap sistem demokrasi Indonesia sangat bagus. Presiden Joko Widodo dinilai Powell sudah melakukan tugas dengan sangat baik. Pemilu pada tahun depan pun diyakininya akan berjalan dengan sepatutnya.

    Indonesia akan menyelenggarakan pemilu pada 17 April 2019. Pemilu tersebut akan tercatat dalam sejarah sebagai pesta demokrasi pertama, yang memilih presiden dan anggota perwakilan rakyat pada hari yang sama. Rencananya, masa kampanye mulai dilakukan pada 13 Oktober 2018 hingga 13 April 2019.

    Baca: Kerja Sama Sektor Kehutanan Indonesia-Inggris

    Powell pertama kali ke Indonesia 30 tahun lalu saat mendampingi mantan Perdana Menteri Margaret Thatcher, yang hendak melakukan pertemuan dengan mantan Presiden Suharto. Pertemuan tersebut ditujukan untuk mendiskusikan masalah-masalah yang menjadi perhatian kedua negara, khususnya terkait dengan upaya menangkal terorisme.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.