Robot Akan Gantikan Manusia dalam Dunia Kerja Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Robot F.E.D.O.R selain dijadikan sebagai robot tempur yang mampu menembakkabn senjata api, robot tersebut juga mampu menggunakan alat bor, menyetir, dan juga mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. mirror.co.uk

    Robot F.E.D.O.R selain dijadikan sebagai robot tempur yang mampu menembakkabn senjata api, robot tersebut juga mampu menggunakan alat bor, menyetir, dan juga mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Robot segera menggantikan tenaga manusia dalam sejumlah pekerjaan di Arab Saudi. Gubernur Komisi Ketenagakerjaan Arab Saudi, Omar Al-Batati mengatakan, beberapa pekerjaan pasti akan lenyap di masa depan. Dan, peluang yang ada hanya akan diperuntukan bagi generasi yang sangat profesional di semua sektor pekerjaan.

    Pernyataan Batati itu dibuat saat memberikan sambutan pada pembukaan forum tentang spesialisasi pekerjaan di Riyadh baru-baru ini. Forum itu dihadiri oleh 4.000 pelajar.

    Baca: Stephen Hawking: Waspada, Kecerdasan Buatan Bisa Gantikan Manusia

    Lebih dari 20 pembicara dan ahli internasional Teluk dan internasional ikut serta dalam forum tersebut, membantu para pelajar  menggunakan alat terbaik dalam mengeksplorasi kursus dan spesialisasi yang sesuai dengan pasar kerja di Arab Saudi.

    Batati mengatakan beberapa pekerjaan industri akan diambil alih oleh robot seperti pada kasus NEOM, zona industri yang akan dibangun di bagian utara Kerajaan terbesar di Teluk tersebut. Namun dia mengatakan disiplin baru dan modern akan muncul dan mereka akan membutuhkan profesionalisme tingkat tinggi.

    Baca: Dapat Kewarganegaraan Arab Saudi, Robot Sophia Picu Kontroversi

    Dia menunjuk pada pasar tenaga kerja di Kerajaan Arab Saudi saat ini diatur oleh Vision 2030 yang diprakarsai, Putra Mahkota, Mohammed bin Salman.

    "Kami sekarang memiliki wewenang khusus untuk menyusun strategi nasional untuk menghasilkan lapangan kerja, dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar," kata Batati, seperrti yang dilansir Al Arabiyah pada 13 Desember 2017.

    Baca: Bersaing dengan Robot? Kuncinya Ada di Sekolah

    Forum ini merupakan yang pertama diselenggarakan oleh Job Creation and Employment Commission Arab Saudi dan sekitar 700.000 orang mengunjungi situs forum tersebut selama beberapa hari ini meski  registrasi dibatasi untuk 4.000 pelamar pertama.

    Dengan inisiatif penting ini, Komisi ketenagakerjaan Arab Saudi bertujuan menjembatani kesenjangan antara output institusi pendidikan dan kebutuhan pasar tenaga kerja melalui panduan awal bagi pencari kerja untuk mengenai pilihan karir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.