Harga Saham Melonjak, Para Perempuan Ini Terkaya Se-Amerika

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alice Walton yang menjadi wanita ketiga terkaya di dunia merupakan salah satu dari klan keluarga Walton. Alice memiliki kekayaan sebesar AS $34,3 miliar atau sekitar Rp397,7 triliun. Ia mendirikan Crystal Bridges Museum of American Art di Bentonville, Arkansas, Amerika Serikat pada 2011, yang menampilkan berbagai karya seni dari koleksi pribadinya. Ketih Myers/Kansas City Star/MCT via Getty Images

    Alice Walton yang menjadi wanita ketiga terkaya di dunia merupakan salah satu dari klan keluarga Walton. Alice memiliki kekayaan sebesar AS $34,3 miliar atau sekitar Rp397,7 triliun. Ia mendirikan Crystal Bridges Museum of American Art di Bentonville, Arkansas, Amerika Serikat pada 2011, yang menampilkan berbagai karya seni dari koleksi pribadinya. Ketih Myers/Kansas City Star/MCT via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah perempuan terkaya versi majalah Forbes tidak berubah.  Namun kekayaan 400 perempuan terkaya versi Forbes ini meningkat secara signifikan.

    Jumlah kekayaan 50 perempuan di antara 400 perempuan terkaya versi Forbes 2017 ini mencapai sekitar $305 miliar atau sekitar Rp4123 triliun. Jumlah ini meningkat sekitar 17% lebih daripada setahun, yang terdiri dari 51 wanita. Dari 50 wanita ini, hanya delapan yang membangun kekayaan sendiri. Mayoritas kaya karena warisan.

    Baca: Orang Terkaya Indonesia, dari Pengusaha Rokok Hingga Kelapa Sawit

    Kebanyakan peningkatan kekayaan itu berasal dari peningkatan harga saham, yang semakin melonjak. Wanita-wanita ini juga orang yang berpendidikan. 80 persen dari mereka – termasuk yang harta kekayaannya digabung dengan harta suami – bergelar sarjana.

    Alice Walton lagi-lagi menjadi wanita terkaya di Amerika. Dengan kekayaan bersih senilai $38,2 miliar atau sekitar Rp516 triliun. Dia menduduki peringkat ke-13 dalam daftar orang terkaya di Amerika. Alice adalah anak Sam Walton, pendiri Wal-Mart yang mewariskan saham perusahaan ritel.

    Baca: 3 Konglomerat Terkaya di Indonesia Adalah Pengusaha Rokok

    Dia lulusan Trinity University di San Antonio, Texas dengan gelar B.S. di jurusan administrasi bisnis dan bekerja sebentar sebagai pembeli saham untuk Wal-Mart. Namun, dia lebih dikenal sebagai kolektor seni dan membuka Crystal Bridges Museum of American Art di Bentonville, Arkansas pada tahun 2011.

    Wanita kedua terkaya di Amerika adalah Jacqueline Mars dengan kekayaan senilai $25,5 miliar atau sekitar Rp345 triliun. Dia mewarisi sepertiga saham di Mars Inc., perusahaan permen swasta, yang didirikan lebih dari seabad yang lalu. Keempat sepupunya – Marijke, Pamela, Valerie, dan Victoria – termasuk dalam daftar 400 orang terkaya tahun ini setelah mewarisi saham almarhum ayah mereka Forrest Mars Jr. di Mars Inc. Masing-masing sepupunya mewarisi kekayaan senilai $6,3 miliar.

    Mars bersaudari itu mempunyai peran berbeda dalam perusahaan dan hampir semuanya kuliah di kampus yang tergabung dalam Ivy League, sebuah asosiasi yang terdiri dari delapan universitas di Amerika Serikat yang melambangkan kesempurnaan dan elitisme akademis.

    Laurene Powell Jobs adalah wanita ketiga terkaya di Amerika dan ke-24 dalam 400 daftar orang terkaya versi Forbes. Kekayannya diperkirakan senilai $19,4 miliar atau sekitar Rp263 triliun, termasuk saham di Apple dan Disney, yang merupakan warisan dari mendiang suaminya, Steve Jobs. Dia mengantongi gelar master administrasi bisnis dari Universitas Stanford, yang menjadi tempat dia pertama kali berkencan dengan suaminya.

    Wanita terkaya keempat dan kelima adalah Abigail Johnson CEO Fidelity Investments dengan kekayaan senilai $16 miliar atau sekitar Rp216 triliun, dan Blair Parry-Okeden, ahli waris perusahaan media Cox Enterprises dengan kekayaan senilai $12 miliar atau sekitar Rp162 triliun.

    Johnson sempat bekerja pada musim panas selama kuliah di perusahaan yang didirikan kakeknya pada 1946 dan pada tahun 1988 ia bekerja penuh waktu setelah mengantongi gelar MBA dari Universitas Harvard. Sedangkan Parry-Okeden yang mendapat gelar BA dari Universitas Denver tidak bekerja di Cox Enterprises. Sama seperti saudaranya, Jim Kennedy, ia mewarisi 25% saham di Cox Enterprises setelah ibunya, Barbara Cox Anthony, meninggal pada tahun 2007.

    Wanita terkaya di Amerika berkat upayanya sendiri adalah Marian Ilitch, salah satu pendiri (co-founder) Little Caesars Pizza. Dia adalah mahasiswi Drop Out dari Dearborn Community College (sekarang Henry Ford College) yang membangun usaha pizza bersama mendiang suaminya, Mike Ilitch. Rantai restoran pizza itu menghasilkan keuntungan $4 miliar atau sekitar Rp54 triliun dari penjualannya dan saat ini Mrs. I – sapaan akrab Marian – membangun distrik olahraga dan hiburan senilai $1,2 miliar di pusat kota Detroit.

    Tidak seperti kebanyakan wanita terkaya dalam daftar The Forbes 400, Diane Hendricks yang kekayaannya senilai $4,9 miliar atau sekitar Rp66 triliun itu tidak pernah kuliah. Dia dibesarkan di lingkungan peternakan sapi perah dan hamil ketika masih di sekolah menengah. Sebulan sebelum ulang tahunnya yang ke-18, ia melahirkan anak pertamanya. Meski menjadi ibu di usia belia, ia merupakan salah satu pendiri ABC Supply dan masih memimpin perusahaan itu. ABC Supply adalah perusahaan distributor atap dengan keuntungan penjualan senilai $7,2 miliar di tahun 2016.

    Miliarder lain yang tak pernah mengenyam bangku pendidikan adalah Jin Sook Chang yang mengadu nasib di AS bersama suaminya Do Won. Imigran asal Korea Selatan itu mendirikan perusahaan fashion, Forever 21 dan sekarang kekayaan perusahaannya senilai $2,7 miliar atau sekitar Rp36 triliun.

    Dua wanita terkaya lain yang pendidikannya hanya setingkat SMA adalah Christy Walton, janda John Walton sekaligus menantu Sam Walton, dengan kekayaan senilai $1,6 miliar atau sekitar Rp22 triliun dan Diane Kemper dengan kekayaan bersih senilai $3,1 miliar atau sekitar Rp42 triliun, yang mewarisi harta almarhum ayahnya, Sol Goldman, pengusaha real estate.

    FORBES | AL-HANAAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.