Dubes Duran: Venezuela Tak Seburuk yang Diberitakan Media Asing

Reporter

Kamis, 26 Mei 2016 11:30 WIB

Sejumlah pasien beristirahat di lorong yang penuh sesak di rumah sakit di Merida, Venezuela, Januari 2016. Meski masalah kesehatan sangat kritis, tetapi Presiden Nicolas Maduro tak bersedia mencari bantuan internasional atau moneter untuk mengatasinya, sedangkan pemimpin penggantinya, Hugo Chavez justru mengklaim bila langkah itu hanya akan menghancurkan negara. dailymail.co.uk

TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Venezuela untuk Indonesia, Gladys F. Urbaneja Duran, optimistis negaranya dapat meningkatkan kerja sama dengan Indonesia, terutama dalam bidang perdagangan, energi, dan pariwisata.

“Akan ada pertemuan gabungan tingkat tinggi keempat dalam waktu dekat,” kata Duran dalam jumpa pers, 25 Mei 2016.

Duta Besar Duran memastikan situasi negaranya tidak seburuk seperti yang ditulis media-media internasional. Pemerintah Presiden Nicholas Maduro menduga, kalangan oposisi Venezuela dan internasional, terutama Amerika Serikat, sengaja merekayasa pemberitaan agar negaranya tampak buruk dan bangkrut.

Menurut duta besar yang baru bertugas selama 4 bulan di Indonesia itu, perang ekonomi dilancarkan sejak Presiden Hugo Chavez wafat pada 5 Maret 2013. Kampanye yang mencemarkan nama baik Venezuela dilakukan media-media Barat, yang kemudian diikuti media massa di Indonesia.

“Mereka merekayasa situasi, seolah-olah kami kekurangan pangan. Padahal kami bisa memproduksi pangan bagi 30 juta rakyat,” kata mantan Duta Besar Venezuela untuk Badan Pangan Dunia (FAO) tersebut. Menurut dia, mekanisme distribusi pangan Venezuela bahkan dipuji FAO.

Situasi kekurangan itu, menurut Gladys, direkayasa dengan cara mengganggu cadangan pangan serta mengirim pangan ke negara-negara tetangga, seperti Kolombia.

Selain penyelundupan makanan, pihak-pihak tertentu mengerahkan gangster dan mantan tentara bayaran Kolombia untuk membunuh pejabat dan tokoh lokal Venezuela. “Mereka juga menyabotase listrik sehingga terjadi krisis. Padahal kami merupakan negara penghasil listrik,” ucap Duran.

Pemerintah Venezuela juga mengutuk Presiden Barack Obama yang menyatakan Venezuela merupakan ancaman luar biasa bagi keamanan nasional Amerika Serikat. “Ini tidak masuk akal. Venezuela tidak punya militer yang besar. Angkatan daratnya tidak pernah melakukan invasi,” tutur Duran.

Adapun di dalam negeri, pihak oposisi berusaha meloloskan referendum untuk memaksa Maduro mundur. Menurut dia, referendum dimungkinkan oleh konstitusi. Namun hal itu harus melalui verifikasi tanda tangan, yakni 1 persen dari jumlah seluruh pemilih. Setelah itu, perlu 20 persen dari jumlah total pemilih untuk menyetujui referendum.

“Jika sampai terjadi referendum, kekuatan Bolivar akan melindungi Presiden Maduro,” ujarnya. Namun, diperkirakan, prosesnya belum akan selesai pada Desember 2016.

NATALIA SANTI

Berita terkait

AS Bebaskan Sekutu Presiden Venezuela dengan Imbalan Pembebasan Tahanan Warga Amerika

21 Desember 2023

AS Bebaskan Sekutu Presiden Venezuela dengan Imbalan Pembebasan Tahanan Warga Amerika

Venezuela dan Amerika Serikat melakukan pertukaran tahanan seiring menurunnya ketegangan kedua negara.

Baca Selengkapnya

Venezuela Akan Kirim Astronot ke Bulan Mengikuti Misi Cina

20 September 2023

Venezuela Akan Kirim Astronot ke Bulan Mengikuti Misi Cina

Maduro mengatakan bahwa astronot Venezuela akan segera berlatih di Cina dan kemudian pergi ke bulan.

Baca Selengkapnya

Iran-Venezuela Sepakat Tingkatkan Perdagangan Hingga Rp297 Triliun

13 Juni 2023

Iran-Venezuela Sepakat Tingkatkan Perdagangan Hingga Rp297 Triliun

Iran dan Venezuela sepakat untuk meningkatkan perdagangan bilateral menjadi US$20 miliar atau sekitar Rp297 triliun

Baca Selengkapnya

AS Akan Janjikan Bantuan Lebih dari US$171 Juta untuk Venezuela

18 Maret 2023

AS Akan Janjikan Bantuan Lebih dari US$171 Juta untuk Venezuela

Washington mendukung oposisi Venezuela, mengakui legislatif paralelnya dan mengutuk kediktatoran Presiden Nicolas Maduro.

Baca Selengkapnya

Venezuela Batalkan Pertemuan Lula da Silva dengan Nicolas Maduro

24 Januari 2023

Venezuela Batalkan Pertemuan Lula da Silva dengan Nicolas Maduro

Biro pers Presiden Lula da Silva menyebut pihak Venezuela telah membatalkan pertemuan.

Baca Selengkapnya

Kolombia dan Venezuela Membuka Seluruh Perbatasan Kedua Negara

1 Januari 2023

Kolombia dan Venezuela Membuka Seluruh Perbatasan Kedua Negara

Kesepakatan ini terjadi setelah hubungan Kolombia dan Venezuela yang memburuk selama delapan tahun akhirnya membaik

Baca Selengkapnya

Tak Diundang di KTT Amerika, Presiden Venezuela Kunjungi Turki

8 Juni 2022

Tak Diundang di KTT Amerika, Presiden Venezuela Kunjungi Turki

Presiden Venezuela Nicolas Maduro tiba di Turki untuk kunjungan resmi, di saat negara Amerika Latin lain berkumpul di KTT Amerika

Baca Selengkapnya

Puji Meksiko Boikot KTT Amerika, Presiden Venezuela: Pemberani dan Tegas

7 Juni 2022

Puji Meksiko Boikot KTT Amerika, Presiden Venezuela: Pemberani dan Tegas

Presiden Venezuela Nicolas Maduro memuji keberanian Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador karena memboikot KTT Amerika

Baca Selengkapnya

Venezuela Buka Perbatasan dengan Kolombia

5 Oktober 2021

Venezuela Buka Perbatasan dengan Kolombia

Venezuela memutuskan membuka pintu perbatasan dengan Kolombia demi perekonomian dan kebaikan masyarakat.

Baca Selengkapnya

Krisis Ekonomi Venezuela Membuat Geng-geng Kuasai Permukiman Ibu Kota

19 Juli 2021

Krisis Ekonomi Venezuela Membuat Geng-geng Kuasai Permukiman Ibu Kota

Krisis Venezuela membuat pemerintahan Presiden Nicolas Maduro kehilangan kontrol di daerah-daerah ibu kota ketika geng-geng bermunculan.

Baca Selengkapnya