Enam Hari Perang, 200 Orang Menjadi Korban di Aleppo  

Reporter

Jumat, 29 April 2016 05:07 WIB

Pejuang pemberontak dari brigade Al-Furqan berjaga-jaga di titik penjagaan di desa Aziziyah, southland Aleppo pedesaan, Suriah, 5 Maret 2016. REUTERS/Khalil Ashawi

TEMPO.CO, Jakarta - Enam hari serangan udara dan pemberontakan di Aleppo, Suriah, berdampak buruk. Dikutip dari kantor berita asing Reuters, 200 orang tewas akibat peristiwa tersebut. Dua per tiga di antaranya adalah mereka yang melawan pemerintah Suriah.

"Saya tidak bisa membayangkan akan seberapa besar bahaya di sini (Aleppo) dalam beberapa jam atau hari ke depan," ujar Chairman of the UN Humanitarian Task Force Jan Egeland sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat, 29 April 2016.

Serangan terakhir dalam peperangan tersebut menyasar rumah sakit anak Al-Quds, yang dikelola Medecins Sans Frontieres (MSF), di Suriah. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, dikutip dari CNN, lebih-kurang 50 jiwa melayang dalam peristiwa itu. Mereka terdiri atas dokter, warga sipil, dan pasien.

Menurut Egeland, peperangan berhari-hari ini membuat Suriah nyaris "runtuh" dengan banyak warga tak bersalah terjebak di dalamnya. Ia memperkirakan Suriah tak akan bisa menerima bantuan apa pun dalam rentang waktu 24-48 jam ke depan karena situasi yang tak memungkinkan untuk memasukkan pertolongan medis.

Rekan Egeland, Staffan de Mistura, bahkan pesimistis gencatan senjata bisa dilakukan. Hal itu, menurut dia, dilihat dari serangkaian perundingan sebelumnya yang tak berujung pada hasil yang memuaskan. Untuk itu, ia mendesak pejabat tertinggi Amerika dan Rusia turun tangan dan menggunakan pengaruh mereka di Timur Tengah agar gencatan senjata bisa dicapai.

"Untuk sekarang, gencatan senjata bisa gagal setiap saat," ujarnya di Jenewa. Di Jenewa, de Mistura mengupayakan jalan damai untuk menghentikan peperangan di Suriah yang sudah berlangsung selama lima tahun.

Melihat situasi tersebut, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry marah besar. Bahkan ia menuding serangan ke Al-Quds sebagai tindakan yang disengaja mengingat hal serupa pernah dilakukan Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

"Tampaknya mengikuti rekam jejak Assad seperti penyerangan fasilitas dan tanggap darurat. Penyerangan ini telah membunuh ratusan orang tak berdosa di Suriah," ujar Kerry.

Senada dengan de Mistura, Kerry meminta Rusia menggunakan pengaruhnya terhadap Bashar Al-Assad dan menekannya untuk menghentikan serangan. "Sekali lagi, kami meminta para rezim yang terlibat untuk menghentikan serangan tak manusiawi ini," ujar Kerry.

Rusia, yang selama ini berada di belakang Bashar Al-Assad, membantah telah terlibat di balik serangan ke Al-Quds.

ISTMAN MP | REUTERS | CNN



Berita terkait

Komnas HAM Minta Pemerintah Segera Tindak Lanjuti Rekomendasi Komite HAM PBB

31 hari lalu

Komnas HAM Minta Pemerintah Segera Tindak Lanjuti Rekomendasi Komite HAM PBB

Komnas HAM apresiasi kesimpulan dan rekomendasi Komite HAM PBB. Meminta pemerintah implementasi kebijakan dan pelaksanaan di pusat serta daerah

Baca Selengkapnya

Cawe-cawe Jokowi Dipertanyakan dalam Sidang PBB, TPN: Cerminan Citra Jokowi di Mata Dunia

46 hari lalu

Cawe-cawe Jokowi Dipertanyakan dalam Sidang PBB, TPN: Cerminan Citra Jokowi di Mata Dunia

TPN Ganjar-Mahfud menilai sosoran PBB soal cawe-cawe Jokowi, telah membuat citra bekas Wali Kota Solo itu menjadi buruk di mata dunia.

Baca Selengkapnya

Laporan PBB: Situasi Satwa Liar di Bumi Mencemaskan

13 Februari 2024

Laporan PBB: Situasi Satwa Liar di Bumi Mencemaskan

Hiu bambu dan tiga satwa liar yang hidup di Indonesia masuk dalam laporan PBB. Ribuan spesies yang bermigrasi dalam situasi mengkhawatirkan.

Baca Selengkapnya

Negara Pesisir Samudera Hindia Rawan Tsunami, Kepala BMKG: Perkuat Mitigasi dan Peringatan Dini

9 Februari 2024

Negara Pesisir Samudera Hindia Rawan Tsunami, Kepala BMKG: Perkuat Mitigasi dan Peringatan Dini

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengajak negara pesisir Samudera Hindia untuk menggenjot sistem mitigasi tsunami, mencakup kesiagaan masyarakat.

Baca Selengkapnya

Mengapa Jokowi Tak Pernah Hadir Langsung Di Sidang Umum PBB?

21 September 2023

Mengapa Jokowi Tak Pernah Hadir Langsung Di Sidang Umum PBB?

Presiden Jokowi berulangkali tidak hadir secara langsung dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Baca Selengkapnya

Di PBB, Prakerja Jadi Contoh Kolaborasi Siapkan Tenaga Kerja Tangguh

20 September 2023

Di PBB, Prakerja Jadi Contoh Kolaborasi Siapkan Tenaga Kerja Tangguh

Pembelajaran sepanjang hayat dan meningkatkan keterampilan menjadi kunci mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDG.

Baca Selengkapnya

Dua Pelajar Putri NU Wakili Indonesia di ECOSOC Youth Forum PBB

26 April 2023

Dua Pelajar Putri NU Wakili Indonesia di ECOSOC Youth Forum PBB

Dua kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mewakili Indonesia di forum diskusi internasional ECOSOC Youth Forum PBBB

Baca Selengkapnya

Taliban Larang Staf Perempuan Bekerja di Kantor PBB

5 April 2023

Taliban Larang Staf Perempuan Bekerja di Kantor PBB

Larangan Taliban mendorong PBB meminta semua staf - pria dan wanita - untuk tidak masuk kerja selama 48 jam.

Baca Selengkapnya

UGM Tembus 10 Besar Dunia Versi THE University Impact Rankings 2022

29 April 2022

UGM Tembus 10 Besar Dunia Versi THE University Impact Rankings 2022

Pada tahun ini Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menembus posisi 10 besar dunia untuk SDG 1, yaitu No Poverty atau Tanpa Kemiskinan.

Baca Selengkapnya

Siswa MAN 2 Mataram Wakili Indonesia di Simulasi Sidang PBB

2 Maret 2022

Siswa MAN 2 Mataram Wakili Indonesia di Simulasi Sidang PBB

Muhammad Andrianudin, siswa kelas 12 Program Keagamaan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Mataram menjadi wakil Indonesia di simulasi sidang PBB atau MUN.

Baca Selengkapnya