Alasan Amerika Serikat Bakal Veto Resolusi PBB untuk Gencatan Senjata di Gaza

Reporter

Tempo.co

Minggu, 18 Februari 2024 13:30 WIB

Duta Besar AS yang baru untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Linda Thomas-Greenfield, mengadakan konferensi pers untuk menandai dimulainya kepresidenan AS di Dewan Keamanan PBB untuk bulan Maret, di markas besar PBB di New York, AS, 1 Maret 2021. [REUTERS / Mike Segar]

Sejumlah diplomat menyebut Dewan Keamanan PBB kemungkinan akan melakukan pemungutan suara setelah al-Jazair mendesak agar dilakukan gencatan senjata pada perang Gaza. Desakan al-Jazair itu disebut sudah sejak 2 Minggu lalu, namun langkah itu diprediksi bakal diveto oleh Amerika Serikat

Linda Thomas-Greenfield Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB menyebut desakan al-Jazair itu bisa membahayakan negosiasi yang sensitif yang bertujuan menengahi perang Hamas-Israel.

Saat berita ini diturunkan, sedang dilangsungkan pembicaraan antara Amerika Serikat, Mesir, Israel dan Qatar, yang mencoba mengupayakan jeda perang dan pembebasan para sandera oleh Hamas.

Advertising
Advertising

“Penting bagi pihak terkait untuk membiarkan proses pembicaraan ini berlangsung sukses ketimbang mendorong kebijakan-kebijakan yang hanya melanggengkan permusuhan,” kata Thomas-Greenfield.

Al-Jazair pada Sabtu, 17 Februari 2024, meminta Dewan Keamanan PBB agar melakukan pemungutan suara pada Selasa, 20 Februari 2024, untuk mengadopsi resolusi. Setidaknya, dibutuhkan 9 suara mendukung dan tidak ada yang menjatuhkan veto apakah itu dari Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Cina atau Rusia.

“Amerika Serikat tidak mendukung tindakan pada draft resolusi PBB Dewan Keamanan ini. Tidak boleh voting untuk hal seperti ini. Ini tidak akan diadopsi (dilaksanakan),” kata Thomas-Greenfield, Sabtu, 17 Februari 2024.

Washington sudah lama melindungi Israel dari tindakan-tindakan yang diambil PBB. Negeri Abang Sam tersebut, sudah dua kali menjatuhkan veto pada Dewan Keamanan PBB sejak serangan 7 Oktober 2023. Bukan hanya itu, Amerika Serikat juga abstain dua kali saat Dewan Keamanan PBB hendak mengadopsi resolusi yang bertujuan mendorong masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza dan menyerukan pentingnya jeda kemanusiaan di perpanjang.

Perang Gaza meletup ketika anggota kelompok Hamas melancarkan serangan ke Israel pada 7 Oktober 2023 hingga menewaskan 1.200 orang dan menyandera 253 warga negara Israel. Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan militer ke Gaza, yang otoritas kesehatand di Gaza sebut telah menewaskan lebih dari 28 ribu warga Palestina dan ribuan orang hilang terkubur puing bangunan yang dihantam bom.

Pemungutan suara Dewan Keamanan PBB pada Selasa, 20 Februari 2024 itu, juga dekat dengan rencana Israel untuk menyerang Rafah yang terletak di selatan Gaza. Di sana, ada lebih dari 1 juta jiwa orang berlindung. Rencana Israel ini juga membuat dunia internasional waswas kalau serangan itu bisa membuat krisis kemanusiaan di Gaza memburuk.

Sumber: Reuters

Pilihan editor: Beijing Protes 2 Warga Cina Tewas di Area Pantai Taiwan

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini

Berita terkait

20 Dokter AS Terjebak di Gaza, Gedung Putih Klaim Upayakan Evakuasi

3 jam lalu

20 Dokter AS Terjebak di Gaza, Gedung Putih Klaim Upayakan Evakuasi

Gedung putih mengatakan pemerintah AS berupaya mengevakuasi sekelompok dokter AS yang terjebak di Gaza setelah Israel menutup perbatasan Rafah

Baca Selengkapnya

All 4 One Gelar Konser di Jakarta 23 Juni, Ini Profil Grup Vokal yang Populerkan Lagu I Swear

5 jam lalu

All 4 One Gelar Konser di Jakarta 23 Juni, Ini Profil Grup Vokal yang Populerkan Lagu I Swear

Grup vokal legendaris dari Amerika Serikat, All 4 One menggelar konser bertajuk All 4 One 30 Years Anniversary Tour di Jakarta pada 23 Juni 2024.

Baca Selengkapnya

Putin Tiba di Cina atas Undangan Xi Jinping, Pertama Sejak Terpilih Kembali

6 jam lalu

Putin Tiba di Cina atas Undangan Xi Jinping, Pertama Sejak Terpilih Kembali

Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di ibu kota Cina, Beijing, untuk memulai kunjungan resmi selama dua hari atas undangan Xi Jinping

Baca Selengkapnya

Anak Buah Biden Ragu Israel Bisa Menang Lawan Hamas di Gaza

7 jam lalu

Anak Buah Biden Ragu Israel Bisa Menang Lawan Hamas di Gaza

Pejabat AS mengatakan Israel tak bisa menang melawan Hamas karena strateginya meragukan.

Baca Selengkapnya

Mengenal Joe Alwyn Aktor Inggris yang Menyerukan Gencatan Senjata di Palestina

23 jam lalu

Mengenal Joe Alwyn Aktor Inggris yang Menyerukan Gencatan Senjata di Palestina

Joe Alwyn tergabung dalam Artist4Ceasefire yang menyerukan gencatan senjata di Palestina

Baca Selengkapnya

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Minta Kongres Evaluasi Bantuan Senjata Rp16 T ke Israel

1 hari lalu

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Minta Kongres Evaluasi Bantuan Senjata Rp16 T ke Israel

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyerahkan paket bantuan senjata untuk Israel senilai USD1 miliar (Rp16 triliun)

Baca Selengkapnya

Marinir Amerika Serikat dan TNI AL Latihan Militer Bersama CARAT

1 hari lalu

Marinir Amerika Serikat dan TNI AL Latihan Militer Bersama CARAT

Marinir Amerika Serikat dan TNI AL memulai latihan militer bersama bernama Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) Indonesia 2024

Baca Selengkapnya

PM Qatar Sebut Negosiasi Gencatan Senjata Buntu setelah Serangan Israel di Rafah

1 hari lalu

PM Qatar Sebut Negosiasi Gencatan Senjata Buntu setelah Serangan Israel di Rafah

Perdana Menteri Qatar mengatakan negaranya akan terus melakukan mediasi antara Hamas dan Israel.

Baca Selengkapnya

Perwira Angkatan Darat AS Mundur, Protes Dukungan terhadap Israel untuk Serang Gaza

1 hari lalu

Perwira Angkatan Darat AS Mundur, Protes Dukungan terhadap Israel untuk Serang Gaza

Harrison Mann, perwira Angkatan Darat Amerika Serikat mengumumkan mundur sebagai protes atas dukungan Washington terhadap perang Israel di Gaza.

Baca Selengkapnya

Alasan 9 Negara Ini Menolak Palestina Jadi Anggota Penuh PBB, Termasuk Argentina dan Papua Nugini

2 hari lalu

Alasan 9 Negara Ini Menolak Palestina Jadi Anggota Penuh PBB, Termasuk Argentina dan Papua Nugini

Sebanyak 143 negara mendukung Palestina menjadi anggota penuh PBB, 9 negara menolak dan 25 negara lain abstain. Apa alasan mereka menolak?

Baca Selengkapnya