Penyerang Suami Ketua DPR AS Berusaha Menyandera dan Menyiksa Nancy Pelosi

Reporter

Tempo.co

Selasa, 1 November 2022 11:22 WIB

Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan suaminya Paul di Gedung Putih di Washington, AS, 28 April 2018. REUTERS/Aaron P. Bernstein

TEMPO.CO, Jakarta - Pria yang dituduh memukul suami Ketua DPR AS Nancy Pelosi dengan palu setelah membobol rumah pasangan itu, mengancam akan menyandera Nancy dan menghancurkan tempurung lututnya jika dia berbohong saat diinterogasi.

Baca juga: Penyusup Cari Nancy Pelosi sebelum Serang Suaminya dengan Palu

Pengakuan mengerikan ini muncul dalam dakwaan pidana federal yang diajukan pada Senin waktu setempat seperti dilansir Reuters Selasa 1 November 2022.

Dugaan niat keji David Wayne DePape muncul ketika jaksa federal mendakwa tersangka berusia 42 tahun itu dengan penyerangan dan percobaan penculikan pada Jumat dini hari di rumah keluarga Pelosi di San Francisco.

Tersangka mengatakan kepada polisi setelah penangkapannya bahwa dia berencana untuk menyandera Nancy Pelosi untuk diinterogasi. Dan bahwa jika Nancy mengatakan "kebenaran," dia akan membiarkannya pergi. Namun, jika Nancy "berbohong," pelaku akan mematahkan tempurung lututnya, menurut surat pernyataan FBI.

Advertising
Advertising

Dia mengatakan kepada polisi bahwa dia tidak melarikan diri dari rumah Pelosi setelah panggilan 911 Paul Pelosi karena, menurut pernyataan tertulis, "seperti para pendiri Amerika dengan Inggris, dia berjuang melawan tirani tanpa pilihan untuk menyerah."

Beberapa tuntutan negara bagian diajukan secara terpisah di Pengadilan Tinggi San Francisco, termasuk percobaan pembunuhan, penyerangan dengan senjata mematikan, perampokan, pelecehan orang tua dan mengancam pejabat publik. Hal ini diumumkan Jaksa Wilayah Brooke Jenkins dalam konferensi pers. Sebuah dakwaan ditetapkan pada Selasa, kata kantornya.

Nancy Pelosi, Ketua DPR AS berusia 82 tahun, seorang Demokrat yang berada di urutan kedua dalam garis suksesi kepresidenan AS, berada di Washington saat serangan itu.

Suaminya, Paul Pelosi, 82, seorang eksekutif real estat dan modal ventura, telah menjalani operasi untuk patah tulang tengkorak dan cedera pada tangan dan lengan kanannya. Ia tetap dirawat di rumah sakit pada Senin.

"Paul membuat kemajuan yang stabil pada apa yang akan menjadi proses pemulihan yang panjang," kata Nancy dalam sebuah pernyataan.

<!--more-->

Serangan Bermotivasi Politik

Serangan itu, yang disebut Jenkins "bermotivasi politik," telah memicu kekhawatiran tentang kekerasan ekstremis partisan lebih dari seminggu menjelang pemilu sela, pada 8 November.

Pemilihan ini akan memutuskan pemilik kontrol Kongres selama salah satu kampanye AS yang paling sengit dan terpolarisasi di Amerika Serikat. Kontrol Demokrat yang berkelanjutan atas DPR dan Senat dipertaruhkan.

Sebagai salah satu Demokrat dengan peringkat tertinggi di Washington dan perwakilan lama dari salah satu kota paling liberal di Amerika, Nancy Pelosi sering menjadi bemper ekspresi kritik dan penghinaan kubu konservatif.

Kantornya digeledah selama serangan 6 Januari 2021 di US Capitol oleh gerombolan pendukung Presiden Republik Donald Trump. Beberapa di antaranya memburunya selama huru-hara, menyusul pidato berapi-api oleh Trump yang menuding bahwa kekalahannya dalam pemilihan presiden 2020 adalah hasil dari kecurangan.

DePape ditangkap oleh petugas polisi setelah Paul Pelosi melakukan panggilan darurat 911 yang melaporkan seorang penyusup. Ini menurut pernyataan tertulis FBI yang diajukan sebagai bagian dari pengaduan pidana federal.

Departemen Kepolisian San Francisco menemukan dasi di kamar tidur dan di lorong dekat pintu depan. Polisi juga menemukan gulungan selotip, tali, palu kedua, sepasang sarung tangan, dan jurnal di ransel DePape, kata pernyataan tertulis. Penyusup telah masuk melalui pintu kaca ke kediaman korban.

Paul Pelosi, yang awalnya tidak sadarkan diri dari serangan itu, kemudian mengatakan kepada polisi bahwa dia sedang tidur ketika seorang pria, bersenjatakan palu, merangkak ke kamar tidurnya di lantai dua dan membangunkannya. Pria itu menuntut untuk berbicara dengan istrinya, kata pengaduan itu.

Menurut Paul Pelosi dalam affidavit, dia memberi tahu si penyusup bahwa istrinya pergi selama beberapa hari dan si penyusup menjawab bahwa dia akan tinggal dan menunggunya. Suami Pelosi menceritakan bahwa dia berhasil menyelinap ke kamar mandi untuk melakukan panggilan 911, kata pernyataan tertulis.

DePape didakwa di pengadilan federal dengan satu tuduhan penyerangan terhadap anggota keluarga seorang pejabat AS dan satu tuduhan percobaan penculikan seorang pejabat AS. Jaksa menuduh pelanggaran tersebut berasal dari niat tersangka untuk membalas kepada Ketua DPR atas “kinerja tugas resminya.”

Dakwaan federal membawa hukuman maksimum gabungan 50 tahun penjara, Departemen Kehakiman AS mengatakan dalam sebuah pernyataan. Adapun dakwaan negara bagian dapat menghukum dengan hukuman penjara 13 tahun hingga seumur hidup, kata Jenkins.

Baca juga: Elon Musk Hapus Unggahan Teori Tak Berdasar tentang Serangan ke Pelosi

REUTERS

Berita terkait

Badan Mata-mata Seoul Tuding Korea Utara Rencanakan Serangan terhadap Kedutaan Besar

2 hari lalu

Badan Mata-mata Seoul Tuding Korea Utara Rencanakan Serangan terhadap Kedutaan Besar

Badan mata-mata Korea Selatan menuding Korea Utara sedang merencanakan serangan "teroris" yang menargetkan pejabat dan warga Seoul di luar negeri.

Baca Selengkapnya

DPR AS Loloskan RUU Kontroversial soal Definisi Anti-Semitisme, Apa Maksudnya?

3 hari lalu

DPR AS Loloskan RUU Kontroversial soal Definisi Anti-Semitisme, Apa Maksudnya?

Kelompok HAM memperingatkan bahwa definisi baru Anti-Semitisme tersebut dapat semakin membatasi kebebasan berpendapat.

Baca Selengkapnya

Benjamin Netanyahu Pastikan Tetap Ingin Serang Rafah

5 hari lalu

Benjamin Netanyahu Pastikan Tetap Ingin Serang Rafah

Benjamin Netanyahu memastikan akan melancarkan operasi militer melawan Hamas di Rafah, selatan Gaza, tak peduli apakah akan tercipta kesepakan

Baca Selengkapnya

Kongres AS Ancam akan Sanksi Pejabat ICC Jika Keluarkan Surat Penangkapan Netanyahu

5 hari lalu

Kongres AS Ancam akan Sanksi Pejabat ICC Jika Keluarkan Surat Penangkapan Netanyahu

Kongres AS dilaporkan memperingatkan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas surat perintah penangkapan bagi pejabat Israel

Baca Selengkapnya

Israel Rencanakan Pos Pemeriksaan Cegah Pria Palestina Lari dari Rafah

5 hari lalu

Israel Rencanakan Pos Pemeriksaan Cegah Pria Palestina Lari dari Rafah

Israel sedang membangun 'jaringan kompleks' pos pemeriksaan untuk mencegah pria Palestina 'usia militer' melarikan diri dari serangan Rafah

Baca Selengkapnya

World Central Kitchen Akan Kembali Beroperasi di Gaza

7 hari lalu

World Central Kitchen Akan Kembali Beroperasi di Gaza

Setelah sebulan kejadian penyerangan pada relawan World Central Kitchen, LSM itu sekarang siap beroperasi kembali

Baca Selengkapnya

Panglima Militer Ukraina Akui Terseok-seok Hadapi Serangan Rusia

7 hari lalu

Panglima Militer Ukraina Akui Terseok-seok Hadapi Serangan Rusia

Panglima Militer Ukraina mengakui pihaknya menghadapi kesulitan dalam memerangi Rusia.

Baca Selengkapnya

AS Kembalikan Barang Antik yang Dicuri dari Indonesia dan Kamboja

8 hari lalu

AS Kembalikan Barang Antik yang Dicuri dari Indonesia dan Kamboja

Jaksa wilayah New York AS menuduh dua pedagang seni terkemuka melakukan perdagangan ilegal barang antik dari Indonesia dan Cina senilai US$3 juta.

Baca Selengkapnya

ByteDance Pilih Tutup TikTok di AS jika Opsi Hukum Gagal

8 hari lalu

ByteDance Pilih Tutup TikTok di AS jika Opsi Hukum Gagal

TikTok berharap memenangkan gugatan hukum untuk memblokir undang-undang yang ditandatangani oleh Presiden Joe Biden.

Baca Selengkapnya

70 Persen dari Ribuan Korban Jiwa di Gaza adalah Perempuan

10 hari lalu

70 Persen dari Ribuan Korban Jiwa di Gaza adalah Perempuan

ActionAid mencatat setidaknya 70 persen dari ribuan korban jiwa di Gaza adalah perempuan dan anak perempuan.

Baca Selengkapnya