Biksu Wanita Hidup Foya-foya dari Uang Biaranya Sendiri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah biksu Buddha wanita berjalan saat meminta sedekah di kawasan Nakhon Pathom, Thailand, 23 Agustus 2015. Otaritas Thailand melarang wanita menjadi biksu dan biarawan, dan tidak akan mendapatkan tunjangan dari pemerintah. AP/Penny Yi Wang

    Sejumlah biksu Buddha wanita berjalan saat meminta sedekah di kawasan Nakhon Pathom, Thailand, 23 Agustus 2015. Otaritas Thailand melarang wanita menjadi biksu dan biarawan, dan tidak akan mendapatkan tunjangan dari pemerintah. AP/Penny Yi Wang

    TEMPO.CO , Beijing: Seorang biksu wanita di Cina dituduh mencuri dari sebuah biara untuk membiayai kehidupan mewahnya.

    Seperti yang dilansir dari laman South China Morning Post, Minggu, 18 Oktober 2015, pernyataan dari pihak pengurus biara Ting Wai menyatakan bahwa ketua biara, Chi Ding menghabiskan uang HK$ 242 ribu atau Rp 423 juta untuk hiburan dan HK$ 7.000 atau Rp 12 juta hanya untuk makanan anjing dalam setahun.

    Baca juga:

    Duh, Kalla Mau Evaluasi KPK, Terlalu Banyak Tangkap Orang?
    PDIP Siaga, PAN Diajak Bicara: Ada Reshuffle Kabinet?

    Bahkan, penyelidikan yang dilakukan jurnalis media Cina, Headline Daily, menemukan bahwa Chi Ding menggunakan mesin penyejuk udara untuk kandang bagi dua anjing jenis German Shepard miliknya. Laporan dari EJ Insight juga menyatakan biara Ting Wai memiliki aset dan tabungan HK$ 6,74 juta (Rp 11 miliar) selama Chi menjadi ketua pada 2005.

    Namun dalam penyelidikan EJ Insight menemukan hanya ada HK$ 70 ribu atau Rp 122 juta dalam rekening tabungan biara tersebut tahun lalu. Bahkan diduga dia menerima sumbangan HK$ 3 juta atau sekitar Rp 5,2 miliar untuk periode sembilan tahun.

    Seorang relawan bernama Chan, mengatakan Chi mengubah kunci di kotak surat biara bulan lalu. Jadi dia memiliki akses tunggal untuk sumbangan yang dikirim ke biara. Kegiatan Chi Ding terbongkar setelah salah seorang direktur biara tersebut, Mary Jean Reimer menuduh Chi menggelapkan sejumlah uang.

    SCMP | YON DEMA

    TRAGEDI GUNUNG LAWU
    Tragedi Gunung Lawu, Korban Tewas Bertambah Jadi 7
    Ini Dugaan Penyebab Gunung Lawu Terbakar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.