Batal Menikah, Jamuan Pesta Disumbangkan untuk Tuna Wisma

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Gelandangan. Wikimedia/Alex Proimos

    Ilustrasi Gelandangan. Wikimedia/Alex Proimos

    TEMPO.CO, Sacramento-  Pembatalan pernikahan tentu bukanlah keinginan pasangan kekasih manapun di dunia. Tapi, pembatalan sebuah pernikahan di California justru membawa berkah tersendiri bagi para gelandangan.

    Quin Duane, 27 tahun, dan tunangannya telah berencana menikah pada akhir pekan lalu. Tetapi tiba-tiba tunangan Quin membatalkan rencana pernikahan mereka. Ibunda Quin, Kari Duane, kemudian memutuskan untuk mengundang para gelandangan untuk menghabiskan makanan yang telah disiapkan untuk resepsinya.

    Daripada membatalkan, Duane mengundang para gelandangan untuk menghabiskan makanan  yang telah dipesan untuk pesta pernikahan putrinya di The Citizen Hotel, Sacramento, California, Amerika Serikat.

    Seperti yang dilansir KCRA Sacramento pada Senin 19 Oktober 2015, sekitar 90 orang tunawisma datang untuk menikmati steak, salad, salmon dan makanan lezat lainnya.

    Salah satu dari mereka yang menghadiri undangan tersebut, Rashad Abdullah, tiba dengan istri dan lima anaknya."Ketika Anda akan melalui waktu yang sulit dan tiba-tiba melakukan sesuatu yang berbeda dengan keluarga Anda, itu benar-benar berkah," kata Abdullah.

    Ibu pengantin wanita mengatakan bahwa persaannya campur aduk pada hari itu.

    "Meskipun suami saya dan saya merasa sangat sedih untuk putri kami, itu menghangatkan hati untuk melihat begitu banyak orang berada di sana dan menikmati makanan,"kata Duane.

    Selain makanan, bagian dari biaya sebesar US$ 35.000 (Rp 437 juta) yang tidak dapat dikembalikan dari pernikahan adalah perjalanan bulan madu ke Belize. Duane dan putrinya akhirnya menggunakan untuk berangkat ke Belize pada Minggu.

    KCRA |YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.