Kelompok Peretas Anonymous Nyatakan Perang terhadap ISIS

Reporter

Editor

Indah Pratiwi

Kamis, 16 April 2015 04:23 WIB

thehackernews.com

TEMPO.CO, Brussels - Kelompok peretas Anonymous menyatakan perang terhadap Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Mereka bersumpah untuk melacak dan menghancurkan situs-situs yang berafiliasi dengan kelompok teror itu.

Dalam video yang diunggah di YouTube, seorang pria yang mengenakan topeng Guy Fawkes-simbol tidak resmi kelompok itu-memperingatkan aktivis peretas atau dikenal sebagai hactivist yang tergabung dengan Anonymous akan menutup semua akun media sosial milik ISIS. Langkah ini dilakukan sebagai pembalasan atas pembunuhan staf majalah satire Charlie Hebdo di Prancis.

"Kami menyatakan perang terhadap Anda, para teroris," kata sosok itu. "Jijik dan juga terkejut, kami tidak bisa bertekuk lutut. Ini adalah tanggung jawab kita untuk bereaksi."

Anonymous mengatakan mereka akan bergerak untuk "sepenuhnya menghapus ISIS dari Internet". Dalam waktu dekat, katanya, mereka akan menyerang ratusan situs dan menutup ribuan akun Twitter dan Facebook yang digunakan ISIS untuk menebarkan propaganda dan merekrut anggota baru.

Anonymous menengarai ada sedikitnya 70 situs yang sering digunakan oleh ISIS "untuk transmisi propaganda, agama, perekrutan, komunikasi, dan kepentingan intelijen".

Anonymous juga mengatakan akan menyebutkan dan membuat malu perusahaan yang "tidak menyadari konten pelanggan mereka atau menutup mata demi keuntungan mudah dengan membiarkan ISIS bergerak di dunia maya". Di antara situs yang disebutnya adalah IslamicAwakening.com, Situs ini beroperasi seperti biasa pada hari Rabu pagi tapi ditangguhkan beberapa jam kemudian.

Dalam pernyataannya, Anonymous menyebut perusahaan hosting CloudFlare secara langsung atau tidak turut membantu menyebarkan propaganda ISIS. "CloudFlare adalah pelaku terbesar dalam daftar ini dan mereka sadar akan konten tertentu yang mereka lindungi, tetapi memilih untuk memblokir kami saat bertindak," kata kelompok itu.

Anonymous mendesak pengguna Internet untuk menghindari perusahaan hosting yang juga mengakomodasi kelompok ISIS untuk membuat mereka "bertanggung jawab atas praktik bisnis yang miskin etika".

NEWS.COM.AU | INDAH P.

Berita terkait

Dampak Teknologi AI, Bisa Tahan dan Serang Pengguna Teknologi dalam Waktu Bersamaan

8 jam lalu

Dampak Teknologi AI, Bisa Tahan dan Serang Pengguna Teknologi dalam Waktu Bersamaan

Teknologi AI yang berkembang bisa membawa dampak negatif dan positif.

Baca Selengkapnya

Prabowo Terima Telepon Menteri Pertahanan AS, Berikut Profil Lloyd Austin

19 hari lalu

Prabowo Terima Telepon Menteri Pertahanan AS, Berikut Profil Lloyd Austin

Presiden terpilih Prabowo Subianto menerima telepon dari Menhan AS. Berikut jenjang karier dan profil Lloyd Austin.

Baca Selengkapnya

McAfee Deteksi Modus Baru Hacker Tipu Gamer Lewat Cheat Lab

21 hari lalu

McAfee Deteksi Modus Baru Hacker Tipu Gamer Lewat Cheat Lab

Perusahaan keamanan siber McAfee berhasil mengidentifikasi penipuan model baru oleh hacker yang menarget para gamer.

Baca Selengkapnya

6 Cara Mengetahui Whatsapp Disadap dan Tips Mencegahnya

26 hari lalu

6 Cara Mengetahui Whatsapp Disadap dan Tips Mencegahnya

Ada beberapa cara mengetahui WhatsApp disadap. Salah satunya adalah adanya perangkat asing yang tersambung. Berikut ciri dan tips mencegahnya.

Baca Selengkapnya

Tajikistan Bantah Tudingan Rusia bahwa Ukraina Merekrut Warganya sebagai Tentara Bayaran

38 hari lalu

Tajikistan Bantah Tudingan Rusia bahwa Ukraina Merekrut Warganya sebagai Tentara Bayaran

Tajikistan membantah tuduhan Rusia bahwa kedubes Ukraina di ibu kotanya merekrut warga untuk berperang melawan Rusia

Baca Selengkapnya

Iran Tangkap Anggota ISIS, Diduga Rencanakan Bom Bunuh Diri Menjelang Idul Fitri

39 hari lalu

Iran Tangkap Anggota ISIS, Diduga Rencanakan Bom Bunuh Diri Menjelang Idul Fitri

Polisi Iran telah menangkap beberapa anggota ISIS yang diduga merencanakan aksi bunuh diri menjelang Idul fitri.

Baca Selengkapnya

Rusia Klaim Punya Bukti Nasionalis Ukraina Terhubung dengan Serangan Moskow

47 hari lalu

Rusia Klaim Punya Bukti Nasionalis Ukraina Terhubung dengan Serangan Moskow

Rusia mengatakan menemukan bukti bahwa pelaku yang membunuh lebih dari 140 orang di gedung konser dekat Moskow terkait dengan "nasionalis Ukraina."

Baca Selengkapnya

Rusia Mengaku Tak Percaya ISIS Lakukan Penembakan Moskow

48 hari lalu

Rusia Mengaku Tak Percaya ISIS Lakukan Penembakan Moskow

Rusia menaruh kecurigaan bahwa Ukraina, bersama Amerika Serikat dan Inggris, terlibat dalam penembakan di Moskow.

Baca Selengkapnya

Peretasan dan Pembobolan Data Semakin Rawan Terjadi, Ada Biang Kerok yang Terabaikan

48 hari lalu

Peretasan dan Pembobolan Data Semakin Rawan Terjadi, Ada Biang Kerok yang Terabaikan

Ancaman serangan siber meningkat. Maraknya peretasan dan pembobolan data dinilai tak hanya gara-gara para hacker semakin mahir.

Baca Selengkapnya

2 Pelaku Penembakan Moskow Bebas Lewat Turki-Rusia, Pejabat Turki: Tak Ada Surat Penangkapan

50 hari lalu

2 Pelaku Penembakan Moskow Bebas Lewat Turki-Rusia, Pejabat Turki: Tak Ada Surat Penangkapan

Warga negara Tajikistan, Rachabalizoda Saidakrami dan Shamsidin Fariduni dapat melakukan perjalanan dengan bebas antara Rusia dan Turki

Baca Selengkapnya