Hamas Larang Anjing Dibawa Keluar Rumah, Warga Protes

Kamis, 18 Mei 2017 | 22:36 WIB
Hamas Larang Anjing Dibawa Keluar Rumah, Warga Protes
Yasmin Shath belum bisa membawa anjingnya keluar selama tiga minggu karena peraturan baru. Telegraph.co.uk/WISSAM NASSAR

TEMPO.CO, Gaza City -Hamas, faksi yang menguasai jalur Gaza telah mengumumkan larangan anjing dibawa keluar rumah, yang menuai protes para pecinta anjing.

Menurut Ayman al-Batniji, juru bicara kepolisian Hamas, larangan itu dibuat gara-gara para wanita dan anak-anak ketakutan dengan anjing.

Baca juga: Anjing Selamatkan Bayi yang Dikubur Hidup-hidup

"Beberapa minggu ini, fenomena orang muda membawa anjing mereka ke jalan-jalan semakin banyak. Ini bukan budaya kami atau tradisi kami. Wanita dan anak-anak merasa ketakutan ketika mereka menyaksikan anjing-anjing itu. Kewajiban kami untuk menjaga keamanan warga negara," kata Batniji kepada Telegraph, 18 Mei 2017.

Larangan warga Gaza membawa anjing keluar rumah mendapat banyak tanggapan.

Yasmin Shath, 28 tahun, bekerja sebagai pegawai bank mendapat informasi tentang larangan itu melalui pesan di akun Facebook.

Baca juga: Mengharukan, Anjing Bawa Ember Minta Air di Peru  

Shath sekelebat teringat Raed, anjing jenis German Shepherd usia dua tahun yang tinggal di garasi rumahnya di Gaza City.

"Saya tak mempercayainya. Semua orang menaruh pesan di Facebook karena mereka tahu saya pecinta anjing. Saya kira: ini tidak benar," ujar Shath.

Namun perkiraan Shath ternyata benar. Hamas mendesak warga Gaza City memelihara anjing dan hewan peliharaan lainnya di dalam rumah. Padahal rumah-rumah warga di sana berukuran kecil, bahkan tanpa alat pendingin di saat suhu panas di musim semi.

Batniji menjelaskan, bahwa larangan membawa anjing keluar rumah hanya berlaku di kawasan ramai di kota itu seperti jalanan, pantai, dan pasar. Nah, orang-orang yang berjalan kaki, jadi takut melihat anjing-anjing itu.

Baca juga: Anjing Korbankan Nyawa Serang Pelaku Bom Bunuh Diri di Nigeria

"Kami bukan menentang anjing-anjing itu. Kami menggunakan anjing dalam tugas kami. Larangan ini semata-mata untuk melindungi wanita kami dan anaka-anak," ujar Batniji.

Selain mengeluhkan tentang larangan itu, warga pecinta anjing juga khawatir sanksi yang diberlakukan adalah menyita anjing mereka.

sementara orang-orang di Gaza semakin banyak memelihara anjing karena baik untuk mengatasi depresi dan stres.

"Ada sejumlah penelitian yang menunjukkan memiliki anjing mengurangi depresi dan isu lainnya. Memiliki anjing baik bagi kamu," kata Imad Morad, dokter hewan terkemuka di Gaza.

Namun, kata Morad, adalah tidak baik bagi psikologi maupun fisik anjing jika setiap hari dikurung di rumah.

Shath yang kecewa dengan larangan Hamas membawa anjing keluar rumah berujar: mereka tidak mau warga sibuk mengurusi anjing, mereka ingin kami sibuk berpikir tentang politik, bertahan, begitu selalu dan tidak pernah rileks."

TELEGRAPH | MARIA RITA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan