Cina Buka Bioskop Pertama di Wilayah Konflik Laut Cina Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan instalasi radar di salah satu pulau di kepulauan Spartly di Laut Cina Selatan. Asian Maritime Transparency Initiative merilis foto satelit pembangunan radar oleh Tiongkok di kepulauan yang menjadi sengketa beberapa negara. REUTERS/CSIS Asia Maritime Transparency Initiative/DigitalGlobe

    Pembangunan instalasi radar di salah satu pulau di kepulauan Spartly di Laut Cina Selatan. Asian Maritime Transparency Initiative merilis foto satelit pembangunan radar oleh Tiongkok di kepulauan yang menjadi sengketa beberapa negara. REUTERS/CSIS Asia Maritime Transparency Initiative/DigitalGlobe

    TEMPO.CO, SHANSA— Otoritas Cina dilaporkan membuka bioskop pertama di sebuah pulau yang tengah disengketakan dengan beberapa negara lain di kawasan Laut Cina Selatan.

    Seperti dilansir BBC, Selasa 25 Juli 2017, Cina membangun bioskop di Kota Shansa yang terletak di Kepulauan Paracel.

    Kantor berita Xinhua melaporkan Bisokop Sansha Yinlong memutar film The Eternity of Jiao Yulu untuk lebih dari 200 warga dan tentara pada pembukaan hari pertama.

    Bisokop baru ini rencananya akan memutar sedikitnya satu film setiap hari untuk memberi hiburan bagi penikmat film di wilayah tersebut.

    Baca: Diancam Cina, Vietnam Batalkan Pengeboran di Laut Cina Selatan

    Otoritas Negeri Tirai Bambu menyatakan, tujuan dibangunnya bioskop tersebut adalah untuk memberikan layanan masyarakat di Paracel.

    Selain bioskop, Kota Shansa yang didirikan pada 2012 lalu juga memiliki sekolah, kantor polisi, stadion olah raga hingga perpustakaan umum.

    Wali Kota Shansa, Xiao Jie, juga memiliki sejumlah rencana ambisius bagi kotanya.

    “Kami akan mendirikan gedung pernikahan hingga resor yang akan menandingi Maladewa,” kata dia.

    Namun aksi terbaru ini dikhawatirkan memicu kemarahan Taiwan dan Vietnam yang juga mengklaim kepemilikan atas wilayah tersebut.

    Kawasan tersebut berada di bawah kendali Beijing sejak 1974, pasca-berakhirnya perang antara Cina dan Vietnam.

    Tiga perempat populasi dari Paracel atau sekitar 2.000 orang merupakan warga Cina yang juga personel militer.

    Baik Cina maupun Vietnam dan Taiwan sama-sama mengklaim pulau tersebut sebagai bagian dari mereka.

    Baca: Karena Konflik Laut Cina Selatan, Duterte Sebut Cina Ancam Perang

    Vietnam sendiri telah berulang kali memprotes pembangunan kota dan pangkalan militer di Cina di Kepualauan Paracel.

    Pengadilan internasional di Den Haag, Belanda, sebelumnya telah menolak klaim dari Cina pada 2016.

    Namun Cina tetap melanjutkan pembangunan di wilayah sengketa Laut Cina Selatan tanpa mempedulikan keputusan pengadilan.

    THE JAPAN TIMES | XINHUA | BBC | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.