Sempat Diamputasi karena Disiksa Guru, Bocah Ini Akhirnya Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mohamad Thaqif Amin Mohd Gaddafi. Nst.com.my

    Mohamad Thaqif Amin Mohd Gaddafi. Nst.com.my

    TEMPO.CO, JOHOR BARU—Seorang bocah asal Malaysia yang sempat diamputasi kedua kakinya setelah dipukuli guru di sekolah penghafal Quran, akhirnya meninggal dunia.

    Seperti dilansir The News Straits Times, Rabu 26 April 2017, Mohamad Thaqif Amin Mohd Gaddafi, 11 tahun, meninggal dunia petang tadi di Rumah Sakit Sultan Ismail di Johor Baru, Malaysia.

    Baca: Ayah Siarkan Aksi Bunuh Bayi dan Bunuh Diri Lewat Facebook

    Kedua orang tuanya, Mohd Ghadiffi Mat Karim, 43, dan ibunya Felda Wani Ahmad, 40 tahun, berada di sisi Thaqif saat bocah belasan tahun itu menghembuskan nafas terakhirnya.

    “Kami membacakan Yasin. Dia tidak pernah sadar lagi,” kata sang ayah.

    Kedua kaki Thaqif diamputasi pada Jumat lalu setelah seorang asisten guru memukuli dia dan 14 rekannya dengan pipa untuk industri di asrama madrasah di Kota Tinggi.

    Insiden pada 24 Maret lalu itu terjadi karena sang guru menuduh para murid berisik. Orang tua Thafiq melarikan anaknya ke rumah sakit setelah kaki sang anak membengkak pada 31 Maret lalu.

    Amputasi terhadap kedua kaki Thaqif harus dilakukan karena kedua kakinya membusuk.

    Dia bahkan dijadwalkan untuk menjalani amputasi lengan kanan yang juga mengalami infeksi.

    Namun kondisinya yang terus memburuk menyebabkan operasi ditunda, hingga ia akhirnya meninggal dunia.

    “Dia sangat senang ketika masuk sekolah ini pada Januari lalu. Tapi akhir-akhir ini ia enggan sekolah karena takut dipecut,” ujar Felda Wani, sedih.

    Akibat insiden ini, orang tua Thaqif melaporkan sekolah ke polisi Kota Tinggi pada 18 April lalu. Guru yang memecut siswa telah ditahan.

    Rekaman kamera pengawas kini tengah diselidiki polisi untuk mengetahui kejadian sebenarnya.

    Kasus Thaqif juga membuat marah netizen Malaysia setelah orang tuanya mengunggah kondisi sang anak ke Facebook.

    THE NEWS STRAITS TIMES | ASIAN CORRESPONDENT | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.