Semarak Bazar ASEAN 2016 di Kota Meksiko

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar Indonesia untuk Meksiko, Yusra Khan (berkemeja batik, tengah) dalam Bazar ASEAN 2016 yang diselenggarakan ASEAN Committee in Mexico City (ACMC)  di Parque Lincoln, taman kota  di Mexico City, 10 Desember 2016. Foto: KBRI Meksiko

    Duta Besar Indonesia untuk Meksiko, Yusra Khan (berkemeja batik, tengah) dalam Bazar ASEAN 2016 yang diselenggarakan ASEAN Committee in Mexico City (ACMC) di Parque Lincoln, taman kota di Mexico City, 10 Desember 2016. Foto: KBRI Meksiko

    TEMPO.CO, Kota Meksiko - Suguhan aneka makanan khas dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam ditawarkan dalam Bazar ASEAN 2016 yang diselenggarakan ASEAN Committee in Mexico City (ACMC). Bazar yang terselenggara di Parque Lincoln, taman kota di kawasan elit Polanco di Mexico City, pada  10 Desember 2016 ini juga menyuguhkan aneka kerajinan khas dari negara-negara ASEAN.

    Bazar dihadiri tidak hanya dari berbagai kalangan dari Meksiko antara lain dari pejabat pemerintah, korps diplomatik, dan media massa.

    Penyelenggaraan bazar ini merupakan inisiatif dari kelima Duta Besar negara-negara ASEAN yang tergabung dalam ACMC untuk meningkatkan keeratan hubungan di antara komunitas masyarakat dan diáspora dari negara-negara ASEAN yang bermukim di ibukota Meksiko dan sekitarnya.

    Menurut Duta Besar Republik Indonesia untuk Meksiko Serikat, Yusra Khan, bazar bertujuan meningkatkan pemahaman  masyarakat di Meksiko mengenai ASEAN sebagai satu komunitas.

    Dubes Viet Nam, Le Linh Lan, selaku Ketua ACMC menyampaikan bahwa  bazar ini selain juga untuk memperkenalkan kekayaan budaya, gastronomi dan kerajinan tangan yang khas dari negara-negara ASEAN. Selain itu  juga merupakan kegiatan untuk mengumpulkan dana  bagi kegiatan sosial ACMC.

    “Sebagian hasil penjualan tiket hadiah di bazar tahunan ini akan diperuntukkan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan yang tidak hanya membantu sesama manusia, namun juga akan lebih mendekatkan Meksiko dengan negara-negara Asia Tenggara,” kata Dubes Le Linh Lan lewat rilis KBRI Meksiko yang diterima Tempo, 14 Desember 2016.

    Bazar ASEAN 2016 dibuka secara simbolis  oleh Koordinator Utama Hubungan Internasional Pemerintah Kota Mexico City, Cuauhtemoc Cardenas Solorzano, dan Ketua Delegasi Miguel Hidalgo, Bertha Xóchitl Gálvez Ruiz, selaku tuan rumah.

    Keduanya menyampaikan apresiasi atas upaya terus menerus dari negara-negara ASEAN untuk memperkenalkan ASEAN kepada Meksiko dan upaya untuk mempererat kedekatan hubungan antara Meksiko dan ASEAN.

    Kehadiran komunitas masyarakat dari negara-negara ASEAN di kota Mexico City disampaikan telah menambahkan keragaman multibudaya kota megapolitan dengan penduduk hampir 10 juta jiwa tersebut.

    Berbeda dengan penyelenggaraan bazaar sebelumnya, hadiah utama undian berhadiah Bazar ASEAN 2016 sangat spektakular, yaitu tiket pulang-pergi Meksiko-Jepang-Meksiko, yang disponsori oleh perusahaan penerbangan nasional Meksiko, AeroMexico.

    Pemenangnya,  Ana Maria Fernandez del Castillo Wiechers, mendapat tambahan hadiah berupa  tiket Jepang–Indonesia –Jepang dari Garuda Indonesia.

    Menurut Dubes Yusra Khan, KBRI Mexico City sengaja bekerja sama dengan Garuda Indonesia dan AeroMexico untuk memberikan hadiah tiket ke Indonesia ini dalam rangka mempromosikan kerja sama code sharing dua perusahaan penerbangan nasional di bawah bendera Sky Team.

    Kerja sama Garuda Indonesia dan AeroMexico diharapkan makin menjembatani kedua negara dalam memperpendek rute penerbangan langsung Indonesia-Meksiko.

    Selain tiket pesawat, selama bazar dibagikan pula hadiah beragam suvenir khas dari kelima anggota ACMC. Bazar dihadiri sekitar 2.000 pengunjung yang rela menjejali Taman Lincoln  sejak pukul 11 pagi hingga pukul 5 sore.

    Pengunjung juga dihibur dengan beragam tarian tradisional dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Viet Nam.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.