Protes Rohingya, Malaysia Ancam Mundur dari Piala AFF

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua penyelenggara SEA Games ke-29 dari Malaysia, Khairy Jamaluddin (keenam kiri), mengibarkan bendera SEA Games di Upacara Penutupan Sea Games 2015 di Singapura, 16 Juni 2015. Bendera ini diserahterimakan  ke Malaysia sebagai tuan rumah berikutnya. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Ketua penyelenggara SEA Games ke-29 dari Malaysia, Khairy Jamaluddin (keenam kiri), mengibarkan bendera SEA Games di Upacara Penutupan Sea Games 2015 di Singapura, 16 Juni 2015. Bendera ini diserahterimakan ke Malaysia sebagai tuan rumah berikutnya. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Malaysia mempertimbangkan mundur dari turnamen sepakbola yang digelar bersama Myanmar sebagai protes atas tindakan pemerintah negeri itu terhadap etnis muslim Rohingya. Pernyataan itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Khairy Jamaluddin lewat akun Twitternya, Rabu, 23 November 2016.

    Malaysia berniat mundur dari pertandingan Piala Suzuki yang digelar Federasi Sepakbola Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (AFF) sejak Sabtu. Sikap Malaysia ini berlawanan dengan kebijakan ASEAN non-intervensi pada kebijakan dalam negeri anggota ASEAN. "Saya mengangkat isu ini di Kabinet pekan lalu. Akan melakukannya lagi pekan ini dan siap menunggu keputusan," kata Jamaluddin di Twitter, Rabu.

    Pernyataan itu merespons imbauan ulama Malaysia untuk mundur dari turnamen, yang diselenggarakan Myanmar bersama Filipina. Kabinet akan bertemu lagi Jumat. Tim Malaysia seharusnya bertanding melawan Vietnam di Yangon, Myanmar, Rabu.

    Konflik di negara bagian Rakhine telah menyebabkan ratusan warga muslim Rohingya lari ke Banglades. Kekerasan terhadap etnis Rohingya juga menimbulkan kekecaman terhadap penerima Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi, yang memenangkan pemilihan umum tahun lalu dengan janji rekonsiliasi nasional.

    Tentara Myanmar menyerang wilayah Maungdaw, Rakhine sejak 9 Oktober lalu, setelah kelompok pemberontak yang diyakini Rohingya menyerang beberapa pos pemeriksaan perbatasan. Sejak itu kekerasan meningkat.

    Sedikitnya 86 orang tewas dan 30 ribu orang mengungsi. Lembaga kemanusiaan mencatat angkanya jauh lebih tinggi. Tentara Myanmar juga dituding memperkosa wanita di wilayah tersebut.

    ASIAN CORRESPONDENT | NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.