Pilot Jet Tempur Perempuan Cina Tewas dalam Insiden Udara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jet tempur siluman Cina, J-31

    Jet tempur siluman Cina, J-31 "Guying". REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Beijing - wanita yang dinobatkan sebagai pilot jet tempur wanita pertama Cina, Yu Xu, 30 tahun, tewas dalam sebuah insiden udara di Heibei, Minggu, 13 November 2016.

    Menurut laporan South China Morning Post, jet yang dikendalikan Yu Xu dan seorang pilot pria jatuh. Korban tidak sempat keluar pesawat pada waktu yang tepat. Sedangkan pilot pria sempat keluar dan berhasil selamat.

    Ketika kejadian, korban sedang mengemudi jet tempur J-10. Jetnya menghantam sayap jet lain yang tengah beratraksi dan akhirnya jatuh hingga menyebabkan dia tewas.

    Juru bicara Angkatan Udara Cina, Shen Jinke, mengatakan semua personelnya menyesali terjadinya insiden tersebut dan sangat sedih atas kematian Yu.

    Yu, yang lahir di Chengdu, Provinsi Sichuan, adalah bagian dari Tim Akrobatik Udara August 1. Dia bergabung dengan Tentara Pembebasan Angkatan Udara Rakyat (PLA) pada 2005.

    Dia lulus dari pelatihan empat tahun kemudian dan merupakan satu dari 16 pilot wanita Cina pertama yang menerbangkan jet tempur. Pada Juli 2012, dia menjadi wanita pertama yang menerbangkan J-10. Dia merupakan satu-satunya pilot wanita yang mampu menerbangkan jet tempur domestik di Cina.

    J-10 adalah salah satu armada tempur udara andalan Angkatan Udara Cina. Diperkirakan 400 jet telah dibangun, sebagian besar untuk digunakan Cina. Dalam sebuah laporan pada Desember 2015, telah terjadi tiga tabrakan yang melibatkan jet tersebut pada tiga bulan sebelumnya.

    Dua dari jet tempur yang disebut Pentagon "tidak aman" terjatuh saat mencegat sebuah pesawat mata-mata Amerika Serikat di Laut Cina Timur pada Juni 2016.

    SOUTH CHINA MORNING POST | CNN | TELEGRAPH | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?