Pemilu AS: Astronot Ikut Memilih Saat 400 Km di Atas Bumi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga astronot dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) Jeff Williams dari Amerika Serikat, Alexey Ovchinin dari Rusia, dan Oleg Skripochka dari Rusia berada di dalam kapsul pesawat luar angkasa Soyuz TMA-20M sebelum mendarat di dekat kota Zhezkazgan, Kazakhstan, 7 September 2016. Bill Ingalls/NASA/Handout via Reuters

    Tiga astronot dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) Jeff Williams dari Amerika Serikat, Alexey Ovchinin dari Rusia, dan Oleg Skripochka dari Rusia berada di dalam kapsul pesawat luar angkasa Soyuz TMA-20M sebelum mendarat di dekat kota Zhezkazgan, Kazakhstan, 7 September 2016. Bill Ingalls/NASA/Handout via Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Astronot Shane Kimbrough berkewarganegaraan Amerika Serikat berkesempatan merayakan pesta demokrasi di negaranya meski sedang di luar angkasa. "Ini sangat luar biasa, kami dapat memilih dari atas sini (luar angkasa)," kata Shane melalui video, seperti dilansir Los Angeles Times pada Rabu, 9 November 2016.

    Shane Kimbrough berujar, menentukan pilihan adalah momen penting baginya dalam pemilu kali ini. Karena itu, dia memastikan untuk ikut pada pemilu Amerika Serikat. Dia mengaku senang bisa melakukannya. Saat menentukan pilihannya, Shane tengah mengudara sejauh 400 kilometer di atas Bumi.

    Baca Juga

    Pemilu AS: Hillary Terjepit, Mesti Kuasai 3 Negara Bagian
    Pemilu AS: Rebut Ohio & Florida, Trump di Ambang Kemenangan

    Badan Aeronautika dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menjelaskan, Shane menentukan suaranya saat pesawat yang dia tumpangi melaju dengan kecepatan mencapai 17 ribu mil per jam. Shane adalah satu dari kesekian astronot yang memberikan suaranya dalam pemilihan presiden sebelumnya.

    Astronot mengikuti pemilu pertama kali pada 1997. NASA menjelaskan, Shane memilih calon presiden melalui surat suara elektronik. Suara elektronik itu bersifat rahasia. Belum ada keterangan calon mana yang dipilih Shane waktu itu, Hillary Clinton dari Partai Demokrat atau Donald Trump dari Partai Republik.

    LA TIMES | AVIT HIDAYAT

    Baca Pula
    Laporkan Ahok, Sang Mantan Biarawati Punya Alasan Ini
    Dinilai Menghasut Makar, Fahri Hamzah Dilaporkan ke Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.