Al-Qaeda Diduga Tebar Teror Sehari Sebelum Pilpres AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres AS dari Republik, Donald Trump (kiri) dan Capres Demokrat, Hillary Clinton, bertemu dalam debat kampanye presiden di UNLV di Las Vegas, Nevada, AS, 19 Oktober 2016. Ini merupakan debat terakhir mereka sebelum pemilihan. REUTERS/Mike Blake

    Capres AS dari Republik, Donald Trump (kiri) dan Capres Demokrat, Hillary Clinton, bertemu dalam debat kampanye presiden di UNLV di Las Vegas, Nevada, AS, 19 Oktober 2016. Ini merupakan debat terakhir mereka sebelum pemilihan. REUTERS/Mike Blake

    TEMPO.COWashington - Tiga hari menjelang pemilihan Presiden Amerika Serikat, aparat keamanan semakin ketat melakukan pengawasan. Saat ini, aparat sedang menyelidiki kemungkinan ancaman teror dari Al-Qaeda sehari sebelum pemilihan presiden diadakan pada Senin, 8 November mendatang. 

    Sedikitnya tiga negara bagian mendapat perlindungan atas ancaman teror kelompok Al-Qaeda, yakni New York, Texas, dan Virginia. 

    Baca:
    Hindu Sayap Kanan di India Rayakan Kemenangan Donald Trump
    Protes Pemerintah Saudi, Pria Difabel Ini Dieksekusi Mati

    Berawal dari laporan CBS News yang memberitakan potensi ancaman teror sehari sebelum hari pemilihan akan terjadi di New York, Texas, dan Virginia. Informasi ini diterima dari sumber intelijen Amerika. 

    "Dalam setiap kasus, kami mendapat laporan intelijen mengenai Kota New York secara serius," kata Stephen P.Davis, kepala juru bicara Departemen Polisi New York. 

    Wali Kota New York Bill de Blasio mengatakan dia telah mengetahui ancaman teror beberapa hari lalu setelah menerima penjelasan rahasia. Namun, menurut Blasio, tidak jelas seberapa kredibel informasi tentang ancaman teror itu.

    Pejabat kantor pemerintah Virginia, Terry McAuliffe, mengatakan Departemen Pemilihan bekerja sama dengan mitra di tingkat lokal negara bagian untuk memastikan keamanan dan pengaman proses pemilihan yang telah dilakukan beberapa bulan lalu. 

    WASHINGTON POST | CBS | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.