ISIS Serang Kota Kirkuk di Irak, 18 Orang Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tentara pasukan khusus Irak menembakan senapannya dalam bentrokan dengan ISIS di Bartella, timur Mosul, Irak, 20 Oktober 2016. REUTERS/Goran Tomasevic

    Seorang tentara pasukan khusus Irak menembakan senapannya dalam bentrokan dengan ISIS di Bartella, timur Mosul, Irak, 20 Oktober 2016. REUTERS/Goran Tomasevic

    TEMPO.CO, Jakarta - Militan Negara Islam Irak Suriah (ISIS) menyerang Kota Kirkuk, Irak, untuk mengalihkan perhatian usai penyerangan besar di Mosul. Akibat serangan ini, 18 orang dilaporkan tewas. Korban tewas terdiri dari enam orang anggota polisi dan 12 orang anggota militan ISIS.

    Baca:
    Bawa Al-Quran dan Berhijab, Begini Pengakuan Lindsay Lohan
    Ahmad Dhani Jadi Calon Wakil Bupati, Maia Estianty Bereaksi  
    Ini yang Terjadi Saat Ayu Ting Ting Bertemu Nagita Slavina 

    Warga Kirkuk dikejutkan dengan suara tembakan bertubi-tubi yang terdengar kencang. Lima orang pelaku penyerangan dengan mengenakan rompi bom bunuh diri menarget gedung-gedung pemerintahan di Kirkuk.

    Kirkuk merupakan sebuah kota strategis di Irak, yang berjarak sekitar 240 kilometer dari utara Baghdad. “Saya melihat sejumlah militan ISIS memasuki masjid Al-Mohmadi,” ujar seorang warga bernama Haidar Abdelhussein, seperti dilansir dari Channel News Asia, Sabtu 22 Oktober 2016.

    Haidar berujar para pelaku penyerangan terlebih dulu menggunakan pengeras suara masjid untuk meneriakkan kalimat ‘Allahu Akbar’ dan ‘Dawla al-Islam baqiya’.

    Perwakilan Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi mengumumkan pihaknya telah mengirimkan bala bantuan ke Kirkuk untuk melumpuhkan militan ISIS di sana dan menghentikan serangan.

    Otoritas kesehatan setempat melaporkan, 51 orang warga yang terluka telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Sebelumnya, serangan besar juga terjadi di bagian utara Mosul, oleh militan ISIS yang menggunakan bom rakitan. Pasukan militer Irak pun segera melakukan operasi di Mosul untuk merebut kendali dari militan ISIS.

    CHANNEL NEWS ASIA | GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.