Singapura Bangun Pusat Simulator Penerbangan di Tangerang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memadati jejeran pesawat komersil yang dipamerkan dalam ajang Singapore Airshow 2010 di Singapura, Jumat (05/02). Pameran ini merupakan pameran alat transportasi udara dan alat pertahanan yang terbesar di Asia. AP Photo/Wong Maye-E

    Pengunjung memadati jejeran pesawat komersil yang dipamerkan dalam ajang Singapore Airshow 2010 di Singapura, Jumat (05/02). Pameran ini merupakan pameran alat transportasi udara dan alat pertahanan yang terbesar di Asia. AP Photo/Wong Maye-E

    TEMPO.COJakarta - Penyedia simulator penerbangan asal Singapura, SIM Aero Asia, berencana membangun pusat pelatihan simulator penerbangan di Tangerang, Provinsi Banten, dengan nilai investasi US$ 50 juta atau setara Rp 666,6 miliar dan beroperasi mulai tahun depan.

    Business Development SIM Aero Asia Alex Teoh mengatakan laju pertumbuhan industri penerbangan Indonesia saat ini termasuk paling cepat di Asia. Menurut dia, kondisi tersebut merupakan kesempatan bagi perseroan untuk mengembangkan usahanya.

    “Kami sudah mendapatkan izin dari BKPM. Melalui anak usaha kami, PT SIM Aero Indonesia, kami siap menyediakan jasa sewa peralatan simulator bagi maskapai Indonesia, dan sekitarnya,” katanya di Jakarta, Rabu, 24 Agustus 2016.

    Alex Teoh menilai kebutuhan alat simulator penerbangan di Indonesia akan semakin tinggi ke depannya. Apalagi, saat ini, sejumlah maskapai Indonesia terus menambah armada guna memenuhi permintaan jasa angkutan udara yang terus meningkat.

    Sayangnya, harga alat simulator penerbangan saat ini sangat mahal. Untuk satu alat simulator Airbus A320 saja, diperlukan sekitar US$ 10 juta. Selain itu, biaya untuk perawatan alat simulator cukup besar.

    “Padahal setiap pilot wajib melakukan pelatihan menggunakan simulator setiap enam bulan sekali. Alhasil, banyak pilot yang terpaksa training ke luar negeri dengan biaya operasional yang tidak sedikit,” ujar Alex.

    Karena itu, Alex optimistis SIM Aero Indonesia dapat ikut berkontribusi terhadap perkembangan industri penerbangan Indonesia pada masa mendatang melalui pelatihan penerbangan yang berkualitas dan sesuai dengan standar internasional.

    Sejalan dengan itu, dia mengungkapkan, SIM Aero Indonesia berencana mengadakan pertemuan dengan Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan pada Maret 2017, bersamaan dengan kedatangan alat simulator dari Kanada.

    “Kami akan meminta sertifikasi dari DGCA untuk alat simulator itu. Setelah persiapan dan sebagainya, alat simulator mulai beroperasi pada kuartal III tahun 2017,” tuturnya.

    Alex mengungkapkan, Perseroan berencana menyediakan tiga alat simulator dengan rincian satu simulator pesawat A320 dan dua alat simulator helikopter. Adapun tarif sewa simulator sekitar US$ 400 per jam untuk A320 dan US$ 800 untuk helikopter.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.