Bom Meledak di Bus di Suriah, 25 Orang Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kerusakan di rumah sakit bersalin Anak di provinsi Idlib, Suriah akibat terkena serangan udara pada 29 Juli 2016. independent.co.uk

    Kerusakan di rumah sakit bersalin Anak di provinsi Idlib, Suriah akibat terkena serangan udara pada 29 Juli 2016. independent.co.uk

    TEMPO.COJakarta - Sedikitnya 25 orang tewas dan lebih dari 25 korban lainnya luka-luka, beberapa di antaranya kritis, setelah seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan bom di dalam sebuah bus di Provinsi Idlib, Suriah. Idlib adalah benteng pertahanan pemberontak terhadap pemerintah Presiden Bashar al-Assad di dekat perbatasan Turki.

    Organisasi pemantau hak asasi manusia Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, menyatakan bus yang dihantam bom bunuh diri itu ditumpangi sejumlah pejuang oposisi ketika berada di dekat perbatasan Atmeh.

    Adapun televisi CNN Turki dalam laporannya, mengutip keterangan sejumlah sumber, mewartakan ledakan bom bunuh diri itu terjadi di pintu masuk kamp pengungsi Atmeh di Idlib, Ahad dinihari, 14 Agustus 2016, waktu setempat.

    Turki mengirimkan beberapa ambulans ke tempat kejadian. "Delapan pemberontak yang cedera kritis dilarikan ke rumah sakit di Provinsi Hatay, Turki," tulis Al Jazeera, Senin, 15 Agustus 2016. "Beberapa korban cedera lainnya dibawa ke rumah sakit di Suriah."

    Pihak berwenang di Hatay mengatakan pada Senin bahwa beberapa pejuang oposisi belakangan meninggal di rumah sakit Turki.

    Sebelumnya, Observatory melaporkan, telah terjadi 26 serangan udara pada Ahad, 14 Agustus, di hampir seluruh provinsi. Menurut Rami Abdurrahman, pemimpin Observatory, Rusia dan Angkatan Udara Suriah mengintensifkan serangan udara sejak pemberontak melancarkan serangan pada 31 Juli 2016 dari Idlib untuk merebut distrik yang dikuasai pasukan pemerintah di Aleppo. "Serangan udara itu menewaskan sejumlah orang," ujarnya.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.