Perdagangan Satwa Liar, Polisi Tahan 22 Orang, 3 di Antaranya Biksu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang biksu Buddha bermain dengan harimau di Wat Pa Luang Ta Bua/Temple Tiger, di Kanchanaburi, Thailand, 12 Februari 2015. Pejabat Thailand pekan lalu menyerbu kuil Buddha yang merupakan rumah bagi lebih dari 100 harimau dan sedang dalam penyelidikan terkait perdagangan satwa liar. REUTERS/Athit Perawongmetha

    Seorang biksu Buddha bermain dengan harimau di Wat Pa Luang Ta Bua/Temple Tiger, di Kanchanaburi, Thailand, 12 Februari 2015. Pejabat Thailand pekan lalu menyerbu kuil Buddha yang merupakan rumah bagi lebih dari 100 harimau dan sedang dalam penyelidikan terkait perdagangan satwa liar. REUTERS/Athit Perawongmetha

    TEMPO.COJakarta - Polisi Thailand telah menahan 22 orang, termasuk tiga biksu, yang diduga terlibat dalam perdagangan satwa liar. Petugas juga menemukan lebih banyak hewan mati, termasuk beruang dan macan tutul, dari kuil terkenal Temple Tiger.

    Adisorn Nuchdamrong, dari Departemen Taman Nasional Thailand, mengatakan 22 orang itu telah didakwa dengan tuduhan kepemilikan dan perdagangan satwa liar, termasuk 17 anggota yayasan candi dan tiga biksu yang mencoba melarikan diri dengan truk penuh kulit harimau.

    Penetapan itu dilakukan setelah penemuan jasad 40 anak harimau di dalam freezer di kuil pada Rabu lalu.

    "Kami telah menyita semua hard disk dari kamera sirkuit di kuil untuk menemukan bukti-bukti," kata Nuchdamrong, seperti dikutip dari Reuters, Jumat, 3 Juni 2016.

    Temple Tiger adalah kuil di Provinsi Kanchanaburi, sebelah barat Ibu Kota Bangkok, dan telah menjadi daya tarik utama wisatawan selama lebih dari dua dekade. Pengunjung membayar 600 baht (sekitar Rp 230 ribu) untuk masuk dan berpose dengan harimau.

    Namun aktivis satwa liar mencurigai dan menuduh Temple Tiger telah menjadi peternakan harimau secara ilegal saat beberapa pengunjung mengeluhkan di situs-situs online bahwa mereka melihat harimau yang tampak seperti telah dibius. Kuil sempat menyangkal tuduhan itu.

    Kuil yang berdekatan dengan habitat harimau liar ini resmi dibuka pada 1994. Kuil ini menerima anak harimau pertama, yang ditemukan penduduk desa, pada 1999.

    Anak harimau itu dikatakan mati segera setelah itu, tapi penduduk desa terus membawa anak-anak harimau ke kuil. Biasanya, anak-anak harimau itu dibawa ketika induk mereka telah dibunuh pemburu.

    Upaya berulang kali untuk menutup kuil itu selalu dihalangi para biksu.

    Thailand dikenal akan perdagangan produk ilegal satwa liar, termasuk gading gajah.

    Departemen Satwa Liar Thailand mulai merazia kuil pada Senin, 30 Mei 2016. Ada 137 harimau hidup yang ditemukan di dalam kuil dan 119 telah dipindahkan.

    World Wildlife Fund mengatakan, pada April lalu, jumlah harimau liar di dunia saat ini berada di angka sekitar 3.890, dengan lebih dari 100 harimau liar berasal dari Thailand.

    REUTERS | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.