Presiden Jokowi Ajak Facebook Sebarkan Pesan Damai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) membubuhkan pesan serta tanda tangan di dinding saat berkunjung ke kantor Facebook di Silicon Valley, San Fransisco, AS, 17 Februari 2016. Jokowi juga  mengajak Facebook untuk menguatkan penyebaran pesan toleransi, moderasi, dan perdamaian. Tim Ditjen Amerop/Feby

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) membubuhkan pesan serta tanda tangan di dinding saat berkunjung ke kantor Facebook di Silicon Valley, San Fransisco, AS, 17 Februari 2016. Jokowi juga mengajak Facebook untuk menguatkan penyebaran pesan toleransi, moderasi, dan perdamaian. Tim Ditjen Amerop/Feby

    TEMPO.CO, Silicon Valley - Presiden Joko Widodo bertemu dengan Mark Zuckerberg, pendiri dan sekaligus CEO Facebook. Dalam lawatannya ke kantor Facebook di Silicon Valley, Jokowi mengatakan telah menyerukan empowering leaders of peace kepada para pemimpin ASEAN dan Amerika Serikat dalam konferensi tingkat tinggi di Sunnylands kemarin.

    Untuk itu, secara khusus, Presiden berharap Facebook dapat turut menyampaikan pesan damai ini.

    "Saya mengajak Facebook menguatkan penyebaran pesan toleransi, moderasi, dan perdamaian," kata Jokowi di kantor Facebook, Rabu, 17 Februari 2016, lewat siaran pers yang dikirimkan anggota Tim Komunikasi ,Presiden Ari Dwipayana.

    Di kantor Facebook, Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo meninjau ruang kerja para pegawai Facebook, berdialog dengan pegawai Facebook dari Indonesia di Roof Top Garden, dan meninjau lokasi demonstrasi Oculus Virtual Reality.  

    Mengakhiri kunjungannya di kantor Facebook, Presiden Jokowi menuliskan pesan singkat "Bersama Damai dalam Harmoni", selanjutnya membubuhkan tanda tangan di dinding Tanda Tangan Facebook.

    DEWI RINA (SILICON VALLEY)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.