Ekonomi Jepang Melambat, Pasar Dunia Terpengaruh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Ekonomi Jepang, Akira Amari memberikan statmen mengenai pengunduran dirinya pada konferensi pers di Tokyo, Jepang, 28 Januari 2016. Amari mengaku menerima uang dari seorang eksekutif perusahaan konstruksi tetapi mengatakan dia memberitahu para asistennya untuk mencatat uang itu sebagai sumbangan dana politik. REUTERS/Yuya Shino

    Menteri Ekonomi Jepang, Akira Amari memberikan statmen mengenai pengunduran dirinya pada konferensi pers di Tokyo, Jepang, 28 Januari 2016. Amari mengaku menerima uang dari seorang eksekutif perusahaan konstruksi tetapi mengatakan dia memberitahu para asistennya untuk mencatat uang itu sebagai sumbangan dana politik. REUTERS/Yuya Shino

    TEMPO.CO, Tokyo - Ekonomi Jepang terkontraksi 1,4 persen pada kuartal akhir tahun lalu, setelah pengeluaran konsumsi masyarakat merosot tajam. Kondisi ekonomi seperti ini membuat para pembuat kebijakan sakit kepala karena pemulihannya bakal berat.

    Kondisi ini menjadi tantangan bagi kantor Perdana Menteri Shinzo Abe terkait dengan mandeknya situasi ekonomi, pasar ekspor kehilangan momentum, dan kondisi ekonomi negara-negara ketiga yang masih lesu.

    Menurut para pengamat, spekulasi pasar kian mendidih meskipun Bank of Japan memberikan amunisi bagus bagi para pelaku ekonomi. "Bank of Japan menurunkan suku bunga rendah bulan, tetapi hal itu tak membantu," kata pengamat ekonomi.

    Data Kantor Kabinet menunjukkan Produk Nasional Bruto lebih besar daripada pasar sebagaimana diramalkan yakni turun hingga 1,2 persen, selanjutnya direvisi menjadi 1,3 persen dari kuartal sebelumnya. Anjloknya ekonomi pasar ini terjadi pada April-Juni 2015.

    Konsumsi swasta yang mendorong kekuatan PNB hingga 60 persen, turun 0,8 persen adapun pasar media turun 0,6 persen. Kebijakan ekonomi Abe sampai sejauh ini tidak sanggup mendorong penguatan perekonomian Jepang.

    Ada satu kebijakan yang membuat ada secercah harapan di Jepang, yakni anggaran belanja naik 1,4 persen sehingga mengubur ekspektasi pasar yang sebelumnya diperkirakan cuma 1,2 persen.

    Sementara itu, permintaan domestik dipangkas 0,5 persen dari pertumbuhan PDB, sedankan permintaan ekspor barang naik 0,1 persen. Hal itu dipengaruhi oleh penurunan impor terkait dengan turunnya harga minyak dunia.

    Bulan lalu, Bank of Japan menurunkan suku bunga acuan hingga di bawah nol. Kebijakan itu mengejutkan para investor. Langkah berani ini diharapkan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi untuk menghadapi ancaman deflasi.

    REUTERS | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.