Saham Aplikasi Kencan Gay Diboyong Cina, Siapa Terganggu?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi telepon selular. AP/Ng Han Guan

    Ilustrasi telepon selular. AP/Ng Han Guan

    TEMPO.COJakarta - Aplikasi perjodohan untuk kaum gay, Grindr, meraih pemasukan 64 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,28 triliun dengan menjual saham pengendali kepada perusahaan Beijing Kunlun Tech.

    Seperti yang dilansir oleh laman Telegraph pada Selasa, 12 Januari 2016, perusahaan bernama Beijing Kunlun Tech membeli 60 lembar saham pengendali Grindr dengan harga US$ 93 juta.

    Pembelian tersebut menjadi investasi eksternal pertama Grindr, yang berdiri sejak 2009 saat pendirinya Joel Simkhai menghabiskan beberapa ribu dolar uangnya sendiri untuk membangun situs itu.

    "Ini kepercayaan besar menyuarakan visi kami, untuk menghubungkan para gay di seluruh dunia," kata Simkhai, yang pertama kali mengelola laman tersebut dari rumahnya di Los Angeles, Amerika Serikat.

    Dalam sebuah unggahan blog di web Grindr, Simkhai mengatakan modal yang didapatkan akan digunakan untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan, memperluas layanan, dan menjaga aplikasi tetap unggul di pasar.

    Kesepakatan itu membantu Grindr menembus pasar Cina, yang sebelumnya telah memiliki aplikasi kencan gay populer, Blued. Perusahaan ini mendapat suntikan 18,9 juta pound sterling atau Rp 378 miliar dari DCM Ventures pada November 2014.

    Blued juga menyebutkan mereka memiliki 3 juta pelanggan aktif harian. Adapun perusahaan Grindr, yang sudah ada di 196 negara, mengaku setiap hari ada dua juta orang yang menggunakan aplikasi tersebut.

    TELEGRAPH | FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.